Lilin ini adalah penerang, simbol sang juru selamat sebagai penerang dunia
Jakarta,  (ANTARA News) - Sekitar 2.000 jemaat menghadiri misa malam Natal berbahasa Batak di Gereja HKBP Rawamangun, Jakarta, Senin.

Misa malam Natal yang dihadiri oleh para jemaat berketurunan Batak itu dipimpin oleh pendeta Ramala Hutahaean yang mengambil tema khotbah "lihat lah Sudah Datang Sang Juru Selamat".

Di sela-sela misa, para jemaat menyalakan lilin sebagai salah satu prosesi misa.

"Lilin ini adalah penerang, simbol sang juru selamat sebagai penerang dunia," kata Sahat Pakpahan, pengurus gereja HKBP Rawamangun.

Sahat menjelaskan, gereja HKBP Rawamangun yang memiliki kapasitas 700 orang itu dipenuhi oleh para jemaat sehingga pihak gereja harus menambah sekitar 1.500 bangku di halaman gereja.

Setelah misa malam Natal berbahasa  Batak, Gereja Rawamangun akan menggelar misa malam natal berbahasa Indonesia pada Senin malam mulai pukul 19.00 WIB.

Sementara itu, koordinator keamanan gereja HKBP Rawamangun S.Manurung menjelaskan sekitar 30 petugas keamanan gabungan yang terdiri atas polisi, TNI, Banser, Pemuda Pancasila, FKPPI, PGN, Pramuka dan petugas keamanan gereja dikerahkan untuk mengamankan misa natal pada Senin dan Selasa (25/12) 2018.

Gereja HKBP Rawamangun juga akan menggelar sejumlah misa Natal dengan bahasa Batak dan Bahasa Indonesia pada Selasa, dilanjutkan dengan misa natal kedua pada Rabu (26/12).
 

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Andi Jauhary
Copyright © ANTARA 2018