China jadi penyumbang terbesar kedua untuk anggaran PBB

China jadi penyumbang terbesar kedua untuk anggaran PBB

Sekjen PBB Antonio Guterres, keempat kiri, berbicara dengan Menteri Luar Negeri dan Dewan Negara China Wang Yi, keempat kanan, dalam pertemuan mereka di Kementerian Luar Negeri di Beijing, China, Minggu (8/4/2018). (Parker Song/Pool via Reuters)

Perserikatan Bangsa-Bangsa (ANTARA News) - China akan menjadi penyumbang terbesar kedua untuk anggaran berkala Perserikatan Bangsa-Bangsa mulai tahun depan, mengungguli Jepang.

Sumbangan China akan meningkat hingga 12,01 persen untuk periode 2016-2018, menurut resolusi yang disahkan oleh Majelis Umum PBB pada Sabtu (22/12).

Sumbangan Jepang akan turun menjadi 8,56 persen dari 9,68 persen.

Penilaian besar sumbangan dari negara-negara anggota PBB dilakukan berdasarkan sejumlah unsur dan ukuran, termasuk perkiraan pendapatan nasional bruto.

Sementara itu, China akan terus menjadi penyumbang terbesar kedua untuk anggaran penjagaan perdamaian periode 2019-2021. Jumlah sumbangan China akan meningkat dari sekitar 10,24 persen menjadi 15,22 persen.

Amerika Serikat tetap menjadi penyumbang terbesar PBB dalam tiga tahun ke depan, baik untuk anggaran berkala maupun penjagaan perdamaian.

Baca juga: China daftarkan 8.000 penjaga perdamaian di PBB
 

Sumber: Xinhua-OANA
Editor: Tia Mutiasari/M. Irfan Ilmie

Pewarta: Antara
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Lomba pidato bahasa Indonesia tingkat nasional di China

Komentar