counter

Warga Mbua inginkan pembangunan jalan Trans-Papua dilanjutkan

Warga Mbua inginkan pembangunan jalan Trans-Papua dilanjutkan

Petugas TNI dan Polri mengangkat peti jenazah korban KBB di Bandara Moses Kilangin Timika, Mimika, Papua, Jumat (7/12/2018). Sebanyak 16 jenazah dipulangkan ke kampung halaman menggunakan pesawat Hercules milik TNI AU. ANTARA FOTO/Jeremias Rahadat/wpa.

Nduga  (ANTARA News) - Warga Kampung Mbua, Distrik Mbua, Kabupaten Nduga, Papua, menginginkan pembangunan jalan transPapua tetap dilanjutkan pascakekerasan pada awal bulan Desember 2018.

Kepala Kampung Mbua Patianus Lokbere di Mbua, Senin mengatakan pembangunan jalan Trans-Papua akan membuka berbagai macam akses pembangunan lainnya.

"Kami di sini inginkan pembangunan di semua bidang, baik jalan, perumahan dan lainnya," katanya usai ibadah Natal bersama menyambut perayaan Natal 25 Desember 2018 yang dipusatkan di Gereja Kemah Injil Kingmi jemaat Imanuel, Klasis Mbua, Kampung Mbua.

Menurut dia,  warga Mbua ingin merasakan pembangunan yang sama dengan distrik lainnya di Nduga, atau dengan kabupaten lain di pegunungan tengah Papua.

"Kami juga ingin ada kendaraan yang masuk di sini, kami ingin seperti di Wamena, Jayawijaya," katanya.

Lebih lanjut, Patianus mengatakan pembangunan yang dilaksanakan ada baiknya tetap diawasi oleh aparat keamanan sehingga tidak terjadi kekerasan seperti pada awal bulan ini.

"TNI dan Polri harus ikut awasi pembangunan. Karena kami ingin maju seperti daerah lain, tidak ingin pembangunan terhambat, kami mau anak-anak bisa sekolah dan dapatkan pendidikan yang lebih baik lagi," kata Patianus Lokbere.

Sementara itu, tokoh agama dari Gereja Kingmi Mbua Pendeta Nataniel Tabuni berharap agar Presiden Joko Widodo bisa melihat persoalan yang terjadi di Nduga.

"Harapannya, Pak Jokowi bisa melihat kami, persoalan yang dihadapi warga karena Nduga juga merupakan bagian dari Indonesia, butuh pembangunan yang baik," katanya.

Mengenai aksi kekerasan yang terjadi pada awal bulan ini, Nataniel berharap hal itu tidak terulang kembali karena banyak warga sipil yang jadi korban, baik pekerja jalan Trans-Papua maupun warga setempat.

"Di sini ada tiga warga yang terkena kekerasan, hal ini ditemukan oleh tim investigasi yang dipimpin oleh Wakil Bupati Nduga dan para wakil rakyat. Kami ingin kedamaian, mohon para pihak berkepentingan untuk lebih mengedepankan kepentingan bersama, jaga kedamaian di saat Natal," katanya.

Baca juga: Pakar: Penembakan di Nduga kriminal murni
Baca juga: TNI-Polri telah kuasai wilayah KKB di Nduga
 

Pewarta: Alfian Rumagit
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Presiden ajak warga Yapen dan Nduga Papua makan siang di istana

Komentar