Jakarta (ANTARA News) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengajak masyarakat untuk selalu bersikap sabar dan tegar dalam menghadapi berbagai ujian dan cobaan yang menimpa bangsa Indonesia. "Mengapa saya ajak saudara untuk bersabar dan tegar dalam menghadapi ujian dan cobaan? Karena ujian dan cobaan itu bukan hanya diberikan Allah kepada kita, tetapi juga bangsa lain," katanya ketika berbuka puasa bersama masyarakat di Masjid Jami` Keramat Luar Batang, Kelurahan Penjaringan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Jumat petang. Di hadapan ribuan umat Islam yang memenuhi salah satu masjid tertua di DKI Jakarta tersebut, Presiden Yudhoyono mengatakan bangsa Indonesia harus bisa bersabar dan tegar menghadapi tantangan sebagaimana yang pernah dicontohkan Rasulullah Muhammad SAW dan para sahabatnya. Presiden juga meminta masyarakat agar senantiasa bersyukur kepada Tuhan karena berbagai nikmat yang diberikan-Nya. "Di belahan bumi lain nasib mereka tidak sebaik saudara," kata Presiden seraya mencontohkan terjadinya musibah gempa bumi di Bengkulu dan Sumatera Barat, serta bencana di sejumlah negara lainnya. Presiden kemudian mengajak masyarakat, "Untuk selalu berikhtiar dalam hidup karena Allah SWT tidak akan merubah nasib bangsa Indonesia kecuali kita sendiri yang mengubahnya". Di akhir sambutannya, Presiden mengajak umat Islam di Tanah Air untuk terus menjalin persaudaraan sesama umat Islam dan sesama bangga. "Dengan kebersamaan dan persatuan, seberat apapun persoalan akan bisa kita atasi. Karena itu, saya mengharapkan dukungan rakyat agar program-program yang dilaksanakan pemerintah bisa berhasil, Insyaallah masa depan kita akan lebih baik," katanya. Usai berbuka puasa dan shalat Maghrib berjamaah, Presiden Yudhoyono juga memberikan sumbangan sebesar Rp100 juta kepada pengurus masjid setempat. Presiden Yudhoyono yang tiba di Masjid Jami` Keramat Luar Batang sekitar pukul 17.05 WIB terlihat didampingi Mensos Bachtiar Chamsyah, Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi, Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng, Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso, dan Wagub DKI Fauzi Bowo. Para habib dan para Imam Masjid yakni KH Arsyad MS, Ustad H Fuad Salim, Ustad H Hudjaeri Abbas dan Ustad Nur Salam nampak menyambut kedatangan Presiden dan rombongan. Sebelum Presiden Yudhoyono memberikan sambutan, Dirjen Bimas Islam Departemen Agama Prof Dr Nasaruddin Umar menyampaikan ceramah pengantar berbuka puasa. Dalam ceramahnya, Nasaruddin Umar memaparkan tentang keistimewaan bulan suci Ramadhan, khususnya pada setiap malam di bulan puasa tersebut. Karena itu, katanya, di Bulan Suci ini sangatlah tepat bagi umat Islam agar untuk mengisinya dengan memperbanyak ibadah, terutama di malam hari. Sementara itu, sebelum meninggalkan masjid, Presiden Yudhoyono menyempatkan diri berziarah dan berdoa di depan makam Al Habib Husein Alaydrus yang berada di dalam masjid. Masjid Jami` Keramat Luar Batang yang terletak di Jl Luar Batang V No.1 Kelurahan Penjaringan Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara memang hampir tidak pernah sepi dari kunjungan jamaah yang ingin berziarah ke masjid tersebut. Di lingkungan masjid tersebut terdapat makam salah seorang Wali dan ulama besar Al Habib Husein bin Abubakar bin Abdillah Alaydrus yang wafat pada 24 Juni 1756.(*)

Editor: Heru Purwanto
Copyright © ANTARA 2007