Data sementara KPM PKH yang meninggal akibat tsunami di Lampung Selatan tercatat sembilan orang yaitu di Kecamatan Rajabasa dan Kalianda
Jakarta,  (ANTARA News) - Sebanyak sembilan warga Lampung Selatan yang merupakan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) Kementerian Sosial menjadi korban meninggal akibat tsunami di Selat Sunda.

"Data sementara KPM PKH yang meninggal akibat tsunami di Lampung Selatan tercatat sembilan orang yaitu di Kecamatan Rajabasa dan Kalianda," kata Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Harry Hikmat yang dihubungi dari Jakarta, Rabu.

Kesembilan KPM tersebut atas nama Mahdalena, Emah, Zulaikho, Weda Wati, Munajah, Asiah dan Sartinah warga Rajabasa dan Rindu Rahmadani serta Tirta yang merupakan warga Kalianda.

Dari ke sembilan KPM tersebut empat di antaranya memilki ahli waris  sementara satu tanpa ahli waris dan selebihnya tanpa keterangan.

Pascatsunami yang melanda Banten dan Lampung pada Sabtu (22/12) semua pihak, termasuk sumber daya manusia (SDM) PKH yang digerakkan oleh Kementerian Sosial bergerak cepat membantu dan mencari serta mengevakuasi para korban.

Pekerja Sosial (peksos) Supervisor PKH Kabupaten Lampung Selatan Aditya Nugraha menjelaskan sesaat setelah tsunami menghantam Lampung Selatan, SDM PKH berbagi tugas.

Ada yang melakukan evakuasi, pendataan korban, membantu tim Taruna Siaga Bencana (Tagana) di dapur umum, serta membantu di bagian logistik untuk penyiapan bahan makanan dan pakaian layak pakai.

Peksos PKH juga membantu memberikan Layanan Dukungan Psikososial (LDP) yang bertujuan untuk mendampingi individu atau kelompok yang mengalami trauma.

Tugas penting yang dilakukan SDM PKH adalah pendataaan kepada Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan (KPM PKH) yang terdampak, terutama yang hilang kartu kepesertaan dan buku tabungannya.
***3***

Baca juga: Bantuan sudah jangkau semua daerah terdampak tsunami, kata Menteri Sosial

Pewarta: Desi Purnamawati
Editor: Andi Jauhary
Copyright © ANTARA 2019