counter

Lima korban longsor Sukabumi kembali ditemukan

Lima korban longsor Sukabumi kembali ditemukan

Prajurit TNI berusaha mencari korban yang belum ditemukan akibat bencana tanah longsor di Desa Sirnaresmi, Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (03/01/2019). Pada hari ke-4 pencarian, tim SAR gabungan mencatat jumlah korban meninggal dunia sebanyak 13 orang dan 20 orang belum ditemukan. ANTARA FOTO/Nurul Ramadhan/aww.

Sukabumi (ANTARA News) - Hari keempat pencarian korban tanah longsor, tim SAR gabungan berhasil menemukan lima jenazah di lokasi bencana di Kampung Garehong, Dusun Cimapag, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

"Di hari keempat pencarian ini cuaca cukup cerah sehingga mempermudah proses pencarian dan evakuasi korban yang tertimbun tanah di Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok," kata Direktur Operasi Basarnas Brigjen Budi Purnama kepada wartawan di Sukabumi, Kamis.

Menurut dia, kelima korban tersebut dua perempuan dan tiga laki-laki yang salah satunya merupakan anak-anak. Sehingga dengan ditemukannya korban bencana yang meluluh lantakkan kampung tersebut bisa menjadi titik terang lokasi-lokasi di mana terdapat korban.

Pada pencarian ini dibagi menjadi enam sektor. Untuk korban yang ditemukan berada di sektor II, III dan V sehingga total jenazah yang sudah ditemukan sebanyak 18 orang yang hari sebelumnya jumlah korban ditemukan sebanyak 13 orang.

Dengan demikian, untuk korban yang diduga masih tertimbun tanah longsor di Kampung Garehong ini sebanyak 15 orang lagi dan diharapkan pencarian di hari kelima atau Jumat, (4/1) cuaca kembali baik sehingga mempermudah tim dalam melakukan pencarian dan evakuasi.

"Mudah-mudahan penemuan jenazah atau korban ini bisa menjadi titik terang bagi kami (tim SAR gabungan) dalam melakukan pencarian di hari-hari berikutnya," katanya menambahkan.

Baca juga: Polda Jabar kerahkan anjing pelacak cari korban longsor Sukabumi
Baca juga: 20 korban longsor di Sukabumi belum ditemukan
Baca juga: BNPB sebut bencana terbanyak Sukabumi tanah longsor

Pewarta:
Editor: Budi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar