counter

Pemkab Pandeglang tetapkan masa transisi bencana hingga April

Pemkab Pandeglang tetapkan masa transisi bencana hingga April

Sejumlah pohon rusak karena terkena tsunami Selat Sunda di Pandeglang, Banten, Rabu (2/1/2019). Badan Nasional Penanggulangan Bencana menyatakan hingga H+11 bencana jumlah korban jiwa tsunami Selat Sunda telah mencapai 437 orang. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/pras.


Kami berharap tiga bulan ke depan kondisi warga pesisir yang terdampak tsunami bisa kembali menata kehidupan normal
Pandeglang (ANTARA News) - Pemerintah Kabupaten Pandeglang menetapkan masa transisi atau pemulihan bencana tsunami sejak 6 Januari hingga berlangsung sampai 5 April 2019.

"Kami berharap tiga bulan ke depan kondisi warga pesisir yang terdampak tsunami bisa kembali menata kehidupan normal," kata Bupati Pandeglang Irna Narulita di Pandeglang, Selasa.

Pemerintah Kabupaten Pandeglang selama masa transisi difokuskan pembangunan rehabilitasi diantaranya hunian sementara. Sebab, banyak rumah warga yang mengalami kerusakan berat dan ringan.

Pembangunan hunian sementara agar kehidupan mereka menjadi lebih baik dibandingkan tinggal di pengungsian. Kemungkinan besar pembangunan hunian sementara bisa terealisasi hingga tiga bulan ke depan sambil menunggu pembangunan hunian tetap.

Apabila, mereka tingal di pengungsian secara berkepanjangan tentu akan berdampak terhadap ekonomi dan sosial mereka.

Karena itu, pembangunan hunian tetap nanti akan direalisasikan dan mereka direlokasi dari daerah zona merah ke lokasi yang lebih aman dari ancaman bencana.

"Kami minta warga yang terdampak tsunami bersabar karena pemerintah daerah hadir untuk mensejhterakan masyarakat," katanya menjelaskan.

Menurut dia, pemerintah daerah juga merekontruksi perahu nelayan dan bangunan-bangunan yang hancur dan rusak.

Selain itu juga melakukan pendataan bagi korban jiwa yang meninggal dunia untuk mendapatkan santunan kematian.

Masyarakat Pandeglang yang meninggal dunia akibat tsunami sekitar 105 jiwa dan tersebar di Kecamatan Carita, Labuan, Panimbang, dan Sumur.

"Kami menjamin selama masa transisi bantuan logistik relatif aman dan mencukupi," katanya.

Sementara itu, sejumlah warga yang tinggal di pengungsian menyambut positif pembangunan hunian sementara agar kehidupan menjadi aman dan nyaman.

"Kami berharap masa transisi itu bisa direalisasikan pembangunan hunian sementara," katanya.

Baca juga: Prajurit TNI bangun hunian sementara korban tsunami
Baca juga: 31 korban tsunami masih dirawat di RSUD Bob Bazar

Pewarta: Mansyur
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Polairud Banten dirikan Gedung Crisis Center untuk menjaga Selat Sunda

Komentar