counter

Resensi film

"Lagi Lagi Ateng", film yang ingatkan kehangatan keluarga

Oleh Maria Cicilia

"Lagi Lagi Ateng", film yang ingatkan kehangatan keluarga

Jumpa pers film "Lagi Lagi Ateng" di Jakarta, Rabu (10/10/2018). (Antara/Maria Cicilia Galuh)

Jakarta (ANTARA News) - "Lagi Lagi Ateng" siap tayang pada 10 Januari 2019. Film yang  mengenalkan kembali sosok Ateng dan Iskak ini, berbicara soal kehangatan keluarga.

Film yang disutradari oleh Monty Tiwa ini, berkisah tentang Ateng dan kembarannya Agung yang selama ini terpisah. Ateng (Augie Fantinus) dan Iskak (Soleh Solihun) datang ke Jakarta untuk liburan dan menginap di hotel mewah. 

Tak disangka, Ateng bertemu dengan Agung (Augie Fantinus) yang memiliki paras dan bentuk tubuh yang sama. Ternyata Agung dan Ateng adalah anak kembar yang terpisah. 

Ateng dan Agung kemudian bertukar posisi dengan misi untuk menyatukan kembali kedua orangtuanya. Namun hal tersebut tidaklah mudah, sebab sang ayah telah memiliki calon istri.

Baca juga: Augie Fantinus sedih tak bisa saksikan filmnya diputar

"Lagi Lagi Ateng" adalah debut perdana Augie sebagai pemeran utama. Kemampuan Augie dalam berakting cukup brilian. Pasalnya, dia memerankan empat karakter sekaligus sebagai Ateng, Agung, Ateng yang menyamar jadi Agung dan Agung yang menyamar jadi Ateng.

Dengan mudah, Augie berganti peran dalam satu adegan. Tentunya hal ini dapat terlaksana dengan baik karena dibantu oleh Ribut Mardiyanto sebagai body double-nya sehingga bisa mengimbangi peran Augie.

Pujian kepada Augie juga banyak diberikan oleh lawan mainnya seperti Soleh, Julie Estelle dan Monty Tiwa sendiri. Sementara untuk Soleh yang berperan sebagai Iskak, secara gestur dan perawakan memang terbilang mirip. Namun, Soleh masih belum bisa menghilangkan logat sundanya padahal Iskak adalah seorang Jawa yang jago nembang.

Baca juga: Soleh Solihun ungkap dua kesulitan perankan sosok Iskak

Namun di luar masalah tersebut, tidak berpengaruh pada jalan ceritanya. Tanpa menggunakan komedi konsultan, Monty mampu menyuguhkan guyonan yang mengocok perut. Tidak terlihat dipaksakan dan terkesan natural.

Begitu pula dengan dramanya, pada beberapa scene ada yang mampu mengundang haru penonton. Apalagi ketika berbicara soal keluarga. Siapapun yang menonton, pasti akan langsung ingat dengan kehangatan keluarga masing-masing.

Film ini memang menitikberatkan tentang masalah keluarga, bagaimana mensyukuri apa yang dimiliki dan pengorbanan apa yang harus dilakukan untuk membuat keluarga tetap utuh. Semua dijabarkan dengan ringan tanpa bertele-tele.

Seperti pesan yang selalu diutarakan oleh almarhum Ateng, ia ingin agar filmnya bisa ditonton oleh semua orang. Begitu pula dengan "Lagi Lagi Ateng" yang bisa disaksikan oleh semua umur.

Baca juga: Julie Estelle puji akting Augie Fantinus

Yang harus digaris bawahi, "Lagi Lagi Ateng" bukanlah film remake ataupun reborn. Film ini berdiri dan memiliki cerita sendiri namun menggunakan sosok Ateng dan Iskak.

Dalam pemutaran perdana yang dilakukan pada Senin (7/1) di Epicentrum, Jakarta, rumah produksi 13 Entertainment, Dirgahayu Productions dan Ideosource Entertainment mengajak 100 pasang orang kembar dari berbagai usia untuk menyaksikan film tersebut.


Baca juga: "Lagi Lagi Ateng" tribut untuk duo komedian legenda

Oleh Maria Cicilia
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar