counter

Disdik Jayawijaya bangun SD penyangga untuk cegah siswa hanyut

Disdik Jayawijaya bangun SD penyangga untuk cegah siswa hanyut

Ilustrasi : siswa SDN 1 Campoan dibantu guru dan warga menyeberangi sungai di Desa Campoan, Mlandingan, Situbondo, Jawa Timur, Selasa (30/1/2018). Sebanyak 24 siswa dan guru harus menyeberangi sungai untuk menuju sekolah karena jembatan penghubung rusak diterjang banjir dan belum diperbaiki selama setahun terakhir. (ANTARA FOTO/Seno)

Kalau hujan dan kali banjir, siswa yang masih kecil ini tidak bisa menyeberang, risikonya mereka bisa hanyut
Wamena, Papua  (ANTARA News) - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Jayawijaya, Papua membangun SD Penyangga di Kampung Aipokma, Distrik Yalengga untuk mencegah siswa dan siswi kelas I-III hanyut di Kali Baliem jika terjadi hujan dan banjir.

Bupati Jayawijaya John Richard Banua di Aipokma, Jumat, mengatakan jika hujan deras, anak-anak kelas I-III tidak bisa menyeberangi Sungai Baliem yang deras sehingga dibuatkan SD Penyangga di kampung itu.

"Kalau hujan dan kali banjir, siswa yang masih kecil ini tidak bisa menyeberang, risikonya mereka bisa hanyut. Nanti setelah siswa ini duduk di kelas empat, mereka sudah bisa pindah ke sekolah induk yang ada di Distrik Holasili atau Distrik Yalengga," katanya.

Bupati meminta dinas pendidikan menempatkan guru secara permanen di tiga kelas dan satu kantor di SD Penyangga itu.

Ia mengatakan SD Penyangga ini terkoneksi langsung dengan SD Induk di Holasili, Distrik Yalengga.

"Sesuai visi dan misi saya bersama wakil, pendidikan dan kesehatan yang diutamakan, sehingga dinas pendidikan harus menempatkan guru di sini. Jangan bangunan fisik tetapi tidak ada guru," katanya.

Bupati menyarankan dinas pendidikan memanfaatkan tenaga-tenaga sarjana yang merupakan penduduk setempat, menjadi guru bagi adik-adik mereka di sekolah itu, agar pemerintah tidak harus membuat rumah guru lagi karena mereka merupakan masyarakat setempat yang sudah pasti memiliki rumah.

"Mereka tidak perlu guru yang membutuhkan rumah. Di sini banyak pemuda yang sudah punya rumah, bisa dimanfaatkan sebagai guru. Ini yang kami coba untuk menggunakan tenaga mereka," katanya.

Kepala Distrik Yalengga Simon Kenelak menyampaikan terima kasih kepada pemerintah karena masyarakat Aipokma sangat merindukan sekolah namun sudah dibangun.

"Anak-anak di sini ketinggalan karena mereka sekolah di Holasili atau di Yalengga, dimana kalau kali banjir, mereka tidak bisa menyeberang dan tidak sekolah, mereka juga tahan kelas dan orang tua juga kecewa, namun dengan adanya sekolah ini pasti akan berubah," katanya.

Ia mengatakan ada dua sekolah yang sudah dibangun sebelumnya oleh pemerintah di Yalengga, tetapi sekolah itu jauh dari Kampung Aipokma.

"Dengan adanya SD Penyangga, sehingga sudah ada tiga sekolah dan saya sudah menginstruksikan kepala kampung untuk tetap memberikan dana pendidikan bagi masyarakat," katanya.

Baca juga: Ratusan siswa seberangi sungai untuk sekolah

Mendikbud minta guru pensiun tetap mengajar

Pewarta: Marius Frisson Yewun
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar