counter

Tekan demam berdarah, "Jumat Bersih" diintensifkan di Bangka Belitung

Tekan demam berdarah, "Jumat Bersih" diintensifkan di Bangka Belitung

JAKARTA, 13/9- PEMBERANTASAN SARANG NYAMUK. Seorang anak sukarelawan Palang Merah Indonesia (PMI) mencampurkan obat pembunuh jentik nyamuk (abate) dalam bak mandi salah satu warga saat melakukan aksi sosialisasi pemberantasan sarang nyamuk di kelurahan Cawang, Jakarta, Minggu (13/9). Aksi dalam rangka memperingati HUT PMI ke-64 itu dilaksanakan juga rangkaian kegiatan seperti membuat lubang resapan biopori, PSN (pemberantasan sarang nyamuk) dan abate untuk mencegah demam berdarah dengue (DBD) serta peluncuran pelayanan Ambulans Siaga Lebaran dan pos pertolongan pertama selama arus mudik lebaran. FOTO ANTARA/Prasetyo Utomo/ss/nz/09 (ANTARA/PRASETYO UTOMO)

Kami meminta kepala desa dan lurah kembali mengintensifkan Jumat Bersih, mengingat kasus DBD pada 2018 yang mengalami peningkatan signifikan dibandingkan 2017
Pangkalpinang, (ANTARA News) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Bangka Belitung (Babel), mengintensifkan kembali program "Jumat Bersih", guna menekan kasus demam berdarah dengue (DBD) selama musim hujan di daerah itu.

"Kami meminta kepala desa dan lurah kembali mengintensifkan Jumat Bersih, mengingat kasus DBD pada 2018 yang mengalami peningkatan signifikan dibandingkan 2017," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Babel, Mulyono, di Pangkalpinang, Sabtu.

Ia mengakui program Jumat Bersih selama 2018 tidak lagi berjalan baik, sehingga berdampak meningkatnya kasus DBD yang mencapai 768 orang atau melonjak 535 dibandingkan 2017 yang hanya tercatat 233 kasus.

"Kami sudah menyampaikan Surat Edaran Gubernur Kepulauan Babel tentang optimalisasi Program Jumat Bersih ke pemerintah kabupaten/kota, kecamatan hingga desa dan kelurahan," ujarnya.

Menurut dia, peningkatan kasus DBD ini tidak terlepas dari kesadaran masyarakat yang berkurang untuk memberantas sarang nyamuk di lingkungannya.

"Kita kemarin (Jumat) menggelar Jumat Bersih di beberapa kelurahan di Kota Pangkalpinang dan di saat kegiatan itu, masyarakat hanya menonton aparatur sipil negara (ASN) membersihkan tempat-tempat bersarang nyamuk lingkungannya," ujarnya.

Dengan kondisi ini, kata dia, artinya kesadaran masyarakat untuk bergotong royong membersihkan dan memberantas sarang nyamuk di lingkungannya kurang.

Oleh karena itu, diminta lurah dan kepala desa untuk kembali mengajak warganya bergotong royong setiap Jumat membersih lingkungannya, agar mereka terhindar dari gigitan nyamuk DBD, malaria dan lainnya.

"Selama musim hujan ini, biasanya perkembangan nyamuk cepat, karena banyaknya genangan air tempat bertelur dan berkembang nyamuk," demikian Mulyono.

Baca juga: Dana Fogging di Babel Capai Rp2 Miliar

 

Pewarta: Aprionis
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar