counter

Program rumah layak huni di Gorontalo untuk warga miskin dilanjutkan

Program rumah layak huni di Gorontalo untuk warga miskin dilanjutkan

Desa Sadar BPJS Ketenagakerjaan Warga berada di depan rumah Desa Sadar Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan di Desa Hutadaa, Kabupaten Gorontalo, Gorontalo, Senin (11/9/2017). Desa Hutadaa menjadi percontohan bagi desa lain melalui program Desa Sadar BPJS Ketenagakerjaan dimana seluruh penduduk desa yang bekerja sudah terlindungi oleh jaminan sosial melalui program Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Hari Tua, Jaminan Kematian dan Jaminan Pensiun. (ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin)

Saya menargetkan selama lima tahun masa jabatan di Kabupaten Gorontalo, ada 10 ribu rumah layak huni yang dibangun. Untuk mewujudkan hal tersebut, kami bersama jajaran terus memaksimalkan sumber dana dari berbagai pihak
Gorontalo, (ANTARA News) - Pemerintah Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, akan meneruskan program pembangunan rumah layak huni bagi warga kurang mampu di daerah tersebut pada 2019 ini.

Bupati Gorontalo, Nelson Pomalingo di Gorontalo, Sabtu, mengatakan pemerintah kabupaten terus berkomitmen menurunkan angka kemiskinan di daerah itu, di mana salah satu upaya yang digenjot adalah pembangunan rumah layak huni.

"Saya menargetkan selama lima tahun masa jabatan di Kabupaten Gorontalo, ada 10 ribu rumah layak huni yang dibangun. Untuk mewujudkan hal tersebut, kami bersama jajaran terus memaksimalkan sumber dana dari berbagai pihak," ujarnya.

Pada tahun 2016, Pemerintah Kabupaten Gorontalo membangun rumah layak huni sebanyak 500 unit, pada tahun 2017 pembangunan rumah ini meningkat hingga 1.700 unit dan pada tahun 2018 sebanyak 2.600 unit rumah.

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Gorontalo Syamsul Baharuddin menjelaskan, tahun 2019 melalui peningkatan kualitas rumah hunian yang akan dibangun berjumlah 1.500 unit, kemudian untuk pembangunan baru dari verifikasi faktual dari kementerian 315 unit.

"Itu sudah 1.815 unit rumah, kemudian dari Pemerintah Provinsi Gorontalo 275 unit rumah maka semua sudah 2090 unit dan insya allah kalau tidak ada perubahan ini sudah pasti pembangunannya," tambah Syamsul.

Menurutnya, jika dilihat target Bupati Nelson setiap tahun itu 2.000 unit rumah, dipastikan target itu akan tercapai. Hal ini juga dilihat dari pembangunan sumber dana APBD Kabupaten Gorontalo berjumlah 140 unit.

"Belum lagi kontribusi dari pimpinan OPD, PKK Kabupaten Gorontalo, Dharma Wanita, Baznas Kabupaten Gorontalo serta lobi-lobi dari bantuan luar negeri, maka kemungkinan beda-beda tipis dengan jumlah yang dicapai pada tahun 2018 kemarin," ujarnya.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Gorontalo mendapat Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk pembangunan rumah layak huni sejumlah 213 unit rumah.

"Jadi jumlah yang sudah pasti 2443 unit rumah tahun 2019 dan ini terus dilakukan lobi-lobi lagi hingga mendekati dengan jumlah rumah tahun 2018," katanya.

Baca juga: Gorontalo Utara bangun 100 unit rumah nelayan

Baca juga: PUPR perbaiki 206 ribu rumah tidak layak huni

Pewarta: Adiwinata Solihalo, in
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Terkendala lahan, proyek Tol Padang-Pekanbaru tetap dilanjutkan

Komentar