counter

Museum Samarendah segera dibuka untuk umum

Museum Samarendah segera dibuka untuk umum

Sejumlah pria Dayak membawakan tarian perang pada Festival Kemilau Seni Budaya Benua Etam yang berlangsung di Samarinda, Kalimantan Timur, Kamis (5/11). Pakaian adat itu menjadi salah satu koleksi Museum Samarendah. FOTO ANTARA/Amirullah/ed/ama/09

Samarinda (ANTARA News) - Pemerintah Kota Samarinda segera membuka untuk umum Museum Samarendah di Jalan Bayangkara Samarinda, Kalimantan Timur pada Februari 2019.

Kepala Bidang Sejarah dan Tradisi Dinas Kebudayaan Samarinda Slamet Diyono di Samarinda, Senin, mengatakan pihaknya tengah mempersiapkan acara pembukaan museum untuk umum pada 25 Februari 2019.

"Kami akan bekerja sama dengan Balai Pameran Cagar Budaya dan akan mengelar pameran," katanya.

Museum Samarendah sudah lama tidak berfungsi, meski telah diresmikan oleh Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak sejak 8 Februari 2018.  

Saat itu, gedung yang dibangun dengan dana APBD Kota Samarinda senilai Rp12 miliar tersebut masih dalam tahap pemeliharaan dan sejumlah desain interiornya masih belum rampung.  

Ia membeberkan bahwa semua benda bersejarah yang menjadi cikal bakal berdirinya Kota Samarinda itu, seperti foto-foto masa lampau, alat musik tradisional, alat tenun, patung berbusana sarung khas Samarinda, dan sejumlah prasasti akan menjadi koleksi Museum.

"Memang koleksi kami masih belum banyak dan kami berusaha untuk menambah koleksi seni dan benda bersejarah lainnya, untuk memperkaya khasanah budaya Samarinda," katanya. 

Ia menjelaskan museum juga telah dilengkapi dengan sejumlah perangkat teknologi, yakni layar monitor untuk menampilkan foto-foto atau dokumen sejarah yang bisa diakses secara digital.

"Ada delapan layar monitor besar yang akan memberikan kemudahan bagi para pengunjung untuk melihat sejumlah koleksi yang ada di museum," katanya. 

Ia mengatakan bahwa pihak pengelola museum juga telah mengatur jadwal bagi para pengunjung, untuk menghindari membludaknya kunjungan. 

"Kami telah membagi jadwal dalam satu pekan, baik untuk pelajar, anak-anak atau pun pengunjung umum, supaya mudah ditertibkan," katanya.

Baca juga: Museum Multatuli dipadati ribuan pengunjung saat Hari Pahlawan
Baca juga: Museum maritim Indonesia jadi pusat edukasi pelabuhan
Baca juga: Museum Perkebunan II diresmikan

Pewarta: Arumanto
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar