counter

Nelayan di Malut diminta BMKG berhati-hati kondisi gelombang tinggi

Nelayan di Malut diminta BMKG berhati-hati kondisi gelombang tinggi

Dihantam Gelombang Besar KM Patriot Andalan, kapal tanker milik Pertamina tenggelam akibat dihantam gelombang besar yang datang secara tiba-tiba dii Pelabuhan Depot Pertamina Ternate, Maluku Utara (Malut), Jumat (2/8). Musibah bermula ketika kapal sedang menyalurkan BBM dari atas kapal ke tangki penampungan Pertamina, tiba-tiba gelombang besar menghantam dan mengakibatkan badan kapal terbentur ke pelabuhan, sehingga bagian belakang kapal mengalami kebocoran dan tenggelam. (ANTARA FOTO/Abdul Fatah)

Gelombang 1,25 hingga 2,5 meter (moderate sea) berpeluang terjadi di perairan barat dan timur Halmahera, sedangkan tinggi gelombang 2,5 hingga 4 meter (rough sea) di laut Halmahera, perairan utara Halmahera dan Samudera Pasifik utara Halmahera
Ternate,  (ANTARA News) - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate, Maluku Utara mengimbau nelayan di daerah itu untuk berhati-hati saat melaut, menyusul tingginya gelombang laut di perairan Halmahera dan Halmahera Utara dalam tiga hari ke depan.

Prakirawan BMKG Ternate, Justia PD Galensong di Ternate, Selasa, mengatakan, pola angin di utara Indonesia umumnya dari arah utara-timur laut dengan kecepatan angin berkisar antara 5 sampai 25 knot, sedangkan di selatan wilayah Indoneaia umumnya dari arah barat daya - barat laut dengan kecepatan angin apntara 5 hingga 20 knot.

"Kecepatan angin tertinggi, terpantau di laut Natuna Utara, Laut Jawa, Laut Sulawesi bagian timur, perairan Kepulauan Sangihe hingga Kepulauan Talaud, Laut Maluku dan perairan utara Halmahera," ujarnya.

Sehingga, kondisi ini mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di wilayah-wilayah tersebut, khususnya di wilayah Halmahera Utara.

Dia mengatakan, gelombang 1,25 hingga 2,5 meter (moderate sea) berpeluang terjadi di perairan barat dan timur Halmahera, sedangkan tinggi gelombang 2,5 hingga 4 meter (rough sea), berpeluang terjadi di laut Halmahera, perairan utara Halmahera dan Samudera Pasifik utara Halmahera.

Olehnya itu, pihaknya meminta nelayan dan jasa pelayaran di wilayah Halmahera Utara untuk memperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran.

"Masyarakat dan kapal-kapal yang melakukan aktivitas di sekitar perairan Maluku Utara serta daerah lainnya, khusus yang tercantum dalam daftar peringatan dini diharapkan pertimbangkan kondisi tersebut," katanya.

Sebelumnya, Kesyahbandaraan dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Ternate, menutup seluruh aktivitas pelayaran speed boat jurusan Ternate-Jailolo menyusul cuaca buruk yang terjadi di perairan Ternate dan sekitarnya.

Kepala Pos Pelabuhan Dufa-Dufa KSOP Ternate, Aprianto ketika dihubungi menyatakan, kondisi cuaca bergelombang saat ini, pihaknya akan terus memantau dan kalau membahayakan maka petugas untuk menutup seluruh aktivitas pelayaran speedboat Ternate-Jailolo.

Baca juga: Perairan Malut berbahaya bagi kapal berukuran kecil

Pewarta: Abdul Fatah
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar