counter

Metropolitan

Satgas periksa Sekjen PSSI di Polda Metro Jaya

Satgas periksa Sekjen PSSI di Polda Metro Jaya

Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria menjawab pertanyaan wartawan usai memenuhi panggilan pemeriksaan Satgas Anti Mafia Bola di Jakarta, Jumat (28/12/2018). Ratu Tisha dimintai keterangan terkait kasus dugaan pengaturan skor dalam pertandingan Sepak Bola Liga 3 . ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/wsj.

Jakarta (ANTARA News) - Satuan Tugas Antimafia Bola Polri memeriksa Sekretaris Jenderal Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Ratu Tisha Destria di Polda Metro Jaya, Rabu.

Ketua Tim Media Satgas Antimafia Bola Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono mengatakan, Tisha diperiksa sebagai saksi atas laporan Manajer Persibara Banjarnegara Lasmi Indriyani mengenai dugaan penipuan pengaturan pertandingan Liga 2.

Tisha tiba di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya sekitar pukul 17.10 WIB, Rabu, atau mundur tiga jam dari waktu yang diagendakan pada 14.00 WIB.

Sebelumnya, Satgas Antimafia Bola memeriksa Bendahara PSSI Berlinton Siahaan di Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Senin.

Berlinton diperiksa sebagai saksi dari laporan Lasmi selama kurang lebih sembilan jam.

Usai pemeriksaan, Berlinton menyampaikan penyidik meminta penjelasan mengenai alur pengeluaran uang, dan prosedur tata kelola keuangan PSSI.

Sejak skandal pengaturan pertandingan bergulir pada medio Desember, Satgas Antimafia Bola telah menetapkan 10 tersangka.

Namun, penyidik baru menahan enam tersangka, yaitu anggota komite eksekutif PSSI Johar Lin Eng, mantan anggota komisi wasit Priyanto bersama anaknya Anik, anggota komisi disiplin PSSI Dwi Irianto alias Mbah Putih, wasit Liga 3 Nurul Safarid, dan staf direktur perwasitan PSSI ML.

Empat sisanya, P, CH, MR, dan DS belum ditangkap dan ditahan oleh penyidik Satgas Antimafia Bola.

Baca juga: Satgas Antimafia Bola periksa Bendahara PSSI selama sembilan jam

Baca juga: Satgas tangkap staf direktur perwasitan PSSI


(T. KR-GNT/

Pewarta: Genta Tenri Mawangi
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Joko Driyono divonis 1,5 tahun penjara

Komentar