counter

Jokowi dijadwalkan meninjau jalur kereta api garut-cibatu

Jokowi dijadwalkan meninjau jalur kereta api garut-cibatu

Pekerja menggunakan lori membawa batuan kerikil pada proyek reaktivasi jalur kereta Padalarang-Cianjur di Ciranjang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Kamis (17/1/2019). Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menargetkan proyek reaktivasi jalur kereta Padalarang-Cianjur yang memiliki panjang 40 kilometer tersebut dapat dioperasikan pada akhir tahun 2019. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/wsj.


Garut, 17/1 (ANTARA News) - Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan akan meninjau langsung program reaktivasi jalur kereta api Stasiun Cibatu-Garut di Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Jumat (18/1).

Manajer Humas PT KAI Daop 2 Bandung, Joni Martinus, kepada wartawan, Kamis, membenarkan agenda kunjungan Presiden Indonesia bersama rombongan kepresidenan dan sejumlah menteri menggunakan transportasi kereta api dari Stasiun Bandung menuju Stasiun Cibatu, Garut.

"Beliau berangkat dari Stasiun Bandung sekitar pukul 09.10 WIB," kata Joni.

Kunjungan Presiden yang akrab disapa Jokowi itu, kata dia, bukan peresmian rel kereta api, tetapi hanya sekadar meninjau langsung program jalur Stasiun Garut-Cibatu yang sudah puluhan tahun tidak aktif.

"Bukan peresmian, tapi meninjau progres jalur Cibatu-Garut," katanya.

Sejumlah petugas di Stasiun Cibatu sudah tampak melakukan persiapan dengan membersihkan lingkungan sekitar, bahkan sejumlah aparat kepolisian dan TNI sudah banyak terlihat meninjau langsung kondisi Stasiun Cibatu.

Sedangkan rel kereta api untuk menghubungkan Stasiun Garut-Cibatu sudah terlihat terpasang beberapa meter di sekitar Stasiun Cibatu. Bahkan, sebagian rumah penduduk yang terdampak pengaktifan rel sudah dibongkar.

Seorang warga Kampung Cibodas, Kecamatan Cibatu, Dede Nurhayati (38) mengatakan, rumah yang berdiri di lahan PTKAI sejak 15 tahun lalu itu sudah dibongkar sejak Desember 2018, dan sudah mendapatkan uang bongkar sebesar Rp43 juta.

Sementara, lanjut dia, tinggal di rumah saudara, sampai akhirnya mendapatkan rumah baru dengan modal dana pemberian dari PTKAI tersebut, dan memanfaatkan material bangunan yang masih bisa dipakai.

Dede mengaku tidak keberatan dengan adanya pengaktifan kembali kereta api, karena lahan yang ditempatinya merupakan milik PTKAI sehingga harus menerima ketika PTKAI akan menggunakannya kembali.

"Saya sadar soalnya rumah dibangun di tanah PT KAI, jadi ya saya terima," katanya.

Baca juga: Reaktivasi jalur kereta api Jabar dongkrak pariwisata

Baca juga: Ini jalur kereta api Jabar akan direaktivasi

Pewarta: Feri Purnama
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ratusan KK di Pandeglang terima uang kerohiman

Komentar