Govinda Band bawakan "Siapa yang Pantas" usai nobar di Rumah Aspirasi

Govinda Band bawakan "Siapa yang Pantas" usai nobar di Rumah Aspirasi

Govinda Band di Rumah Inspirasi (ANTARA News/Chairul Rohman)

Jakarta (Antara News) - Govinda Band menutup rangkaian Nonton Bareng debat capres dan cawapres di Rumah Aspirasi, Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis malam.

Lagu yang pertama dibawakan oleh Govinda  Band adalah "Indonesia Tanah Air Beta" dilanjutkan dengan lagu "Bujangan" dari Koes Ploes

"Mau lanjut apa enggak ini," sapa Ifan, sang vokalis.

Ifan kemudian menyanyikan "Siapa yang Pantas". Lagu yang sempat hits pada tahun 2009 ini menjadi lagu terakhir dari penampilan band tersebut.

"Sampai berjumpa di debat selanjutnya," tutup Ifan

Rumah Aspirasi yang merupakan salah satu markas pendukung capres dan cawapres Joko Widodo-Ma'ruf Amin dipadati ratusan massa pendukung yang ingin menonton bersama debat pertama capres dan cawapres yang disiarkan langsung dari Hotel Bidakara, Jakarta.

Pelawak Mongol dan Mo Sidik dipercaya untuk membuka acara nobar di Rumah Aspirasi.

"Siapa kita? Siapa kita? Jokowi Ma'ruf? Menang menang menang," sapanya keduanya.
 
Pelawak Mongol dan Mo Sidik membuka acara nobar di Rumah Aspirasi (ANTARA News/Chairul Rohman)


"Kita sekarang main 10 years challenge. Dulu harga premium di Papua masih Rp66.000 setelah sepuluh tahun kemudian, sekarang menjadi Rp7.000," ujar Mo Sidik yang disambut tepuk tangan para pendukung Jokowi-Ma'ruf.

"Coy, dulu sebelum pak Jokowi jadi presiden, banyak cerita setan bertebaran, sekarang pas Jokowi sudah jadi Presiden sudah ga ada lagi coy cerita suster ngesot di Jakarta," balas Mongol seraya bercanda.

Dalam penampilannya, Mongol dan Mo Sidik sukses memberi candaan politik yang membuat para pendukung tertawa ditengah debat yang cukup panas.

Baca juga: Catatan dari debat capres soal hukum

Baca juga: KPU Kalbar nonton bareng debat capres di warung kopi

Baca juga: Jokowi sebut beda pendapat di kabinet adalah dinamika

Pewarta: Chairul Rohman
Editor: Monalisa
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ini alasan Prabowo-Sandi tidak ingin mengambil gaji

Komentar