counter

Mario Ginanjar rilis parfum terinspirasi lima kota dunia

Mario Ginanjar rilis parfum terinspirasi lima kota dunia

Mario Ginanjar (HO/ist)

Jakarta (ANTARA News) - Sering bepergian ke berbagai tempat, membuat Mario Ginanjar ingin mengabadikan kesan dari lokasi itu dengan membuat sebuah parfum.

Vokalis band Kahitna itu, mengatakan ketika berkunjung ke beberapa benua seperti Eropa, Amerika ataupun Asia, pasti ada aroma yang terkenang, sehingga menuangkannya ke dalam Luxury Body Mist LVF x Mario Ginanjar.

Ada lima tempat di dunia yang menjadi favoritnya yakni Bali, London, Paris, New York dan Tokyo. Kota-kota tersebut kemudian menjadi nama varian body mist miliknya. 

"Paris dan London itu, wanginya lebih ke bunga-bunga, floral. Bali itu kan tempatnya tropis, jadi wanginya itu kayak sunny dan sesuatu yang fresh. Fresh dan sunny kan kayak pantai-pantai di Bali. Kalau New York lebih ke musky," ujar Mario melalui keterangan resmi yang diterima Antara, Jumat.

Mario menciptakan wewangian itu untuk para perempuan Indonesia. Meski demikian, menurutnya laki-laki juga bisa menggunakan wewangian tersebut karena aroma dari body mist miliknya lebih bersifat universal.

"Targetnya sebenarnya adalah fansnya Kahitna dan fans Mario Ginanjar. Sebenarnya kita tunjukkan ini untuk para wanita cantik-cantik di Indonesia. Tapi pria juga bisa pakai karena wanginya tidak terlalu yang wanita banget," jelasnya.

Selain bisnis parfum, Mario juga bergelut dibidang fashion. Ia memiliki lini busana Style Suply ID, di mana Mario bertindak sebagai desainernya.

"Dulu kan saya memang kuliah fashion desain. Nah kalau sekarang bikin parfum. Karena saya orangnya lebih suka sibuk daripada nganggur. Kalau di rumah lagi enggak ada kerjaan, saya lebih baik melakukan sesuatu apapun. Buat saya di usia segini kita harus seaktif mungkin dan kita harus mengikuti passion," kata Mario.

Baca juga: Indonesia Timur, tempat liburan wajib Mario Ginanjar

Baca juga: Mario Ginanjar berkolaborasi dengan (X).S.M.L

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar