counter

Presiden pesan produk sabun Eli Liawati, warga Garut, senilai Rp2 miliar

Presiden pesan produk sabun Eli Liawati, warga Garut, senilai Rp2 miliar

Liliawati warga Desa Padahurip, Banjarwangi, Garut, yang memproduksi sabun cuci tidak menyangka ketika mendapatkan pesanan senilai Rp2 miliar dari Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana. (Hanni Sofia)

Garut (ANTARA News) - Eli Liawati warga Desa Padahurip, Banjarwangi, Garut, yang memproduksi sabun cuci tidak menyangka ketika mendapatkan pesanan senilai Rp2 miliar dari Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana.

Eli Liawati ditemui Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo dalam acara Penyerahan Bantuan Sosial Program Keluarga Harapan (PKH) di Gedung Serbaguna Mandala, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu, saat sedang berpameran produk.

Ia memproduksi sabun cuci piring dan sabun cuci pakaian bersama Kelompok Usaha Bersama Padawangi binaan Program Keluarga Harapan di Desa Padahurip, Banjarwangi, Garut, sejak dua bulan silam dari hasil belajar tutorial di internet.

"Presiden dan Ibu pesan sabun cuci 100.000 botol. (Nilainya) Rp2 miliar," kata Eli Liawati.

Setiap botol yang diproduksinya perbotol dihargai Rp20.000 dengan volume 1.000 mili liter (ml).

Eli Liawati menjanjikan bisa memenuhi order tersebut akhir Februari 2019.

"Kaget, insha Alloh sanggup," kata Eli Liawati saat wartawan bertanya perasaannya.

Ia sendiri mengaku tidak tahu apa keistimewaan produknya sehingga kemudian menarik Ibu Negara Iriana dan Presiden Jokowi.

"(Ciri khasnya) Nggak ada. Ini sabun cuci," katanya.

Setelah mendapatkan pesanan yang tidak disangkanya itu, Eli Liawati mengaku ingin beribadah umroh dan mengumrohkan orang tuanya.

Selain itu ia juga berencana mengembangkan usahanya itu.

"Ya senang banget. Kaget. Saya baru sendiri. Nanti saya punya anggota 40. Anggota KPM 40," katanya.

Ia mengaku sangat bersyukur dan masih belum percaya atas pesanan yang diterimanya itu.

"Saya ucapkan terima kasih mudah-mudahan jadi presiden lagi," katanya.

Pewarta: Hanni Sofia
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kemsos dorong penerima PKH memulai usaha mikro

Komentar