counter

Kondisi Titi Wati membaik pasca-operasi lambung

Kondisi Titi Wati membaik pasca-operasi lambung

Arsip Foto. Titi Wati (37), perempuan dengan berat badan 350 kilogram, ditandu petugas Pemadam Kebakaran dan Tanggap Bencana menuju RSUD Doris Sylvanus di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Jumat (11/1/2019). Tim dokter akan mulai melakukan observasi dan koordinasi untuk tindakan medis atas perempuan penderita obesitas ekstrem tersebut. (ANTARA FOTO/Rendhik Andika)


Palangka Raya, Kalimantan Tengah (ANTARA News) - Setelah menjalani operasi lambung, kondisi Titi Wati (37), warga Kota Palangka Raya yang menderita akibat obesitas, sudah makin membaik meski belum diizinkan dokter pulang ke rumah.

"Alhamdulillah selama menjalani perawatan di rumah sakit badan saya sepertinya ada penurunan berat badan, kalau sebelum dioperasi badan terasa kencang dan sulit untuk bergerak," kata Titi Wati saat disambangi di ruang Edelweis RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya, Senin.

Pada Selasa (15/1) Titi menjalani operasi bariatrik. Operasi tersebut berjalan lancar dan diharapkan berdampak positif bagi upaya penurunan berat badan perempuan pemilik satu anak dan satu cucu itu.

Usai operasi Titi merasa kondisinya membaik. Dia sudah bisa duduk. Dia juga bisa mengonsumsi makanan, namun harus sesuai arahan dokter supaya lambungnya bisa segera pulih pascaoperasi.

"Makan minumnya memang sudah bisa namun ditentukan. Meski kondisi sudah membaik rasa sakit masih, terasa nyeri di bagian ulu hati," katanya.

Titi mengaku tidak tahu kapan akan diperbolehkan pulang dari rumah sakit. Dia akan mengikuti apapun arahan tim dokter dari Bali dan Palangka Raya yang menangani masalah kesehatannya.

"Yang jelas, saya kalau disuruh pulang, saya siap. Saya juga berkomitmen tidak akan memakan makanan yang dilarang dokter karena saya juga wajib menjalankan perawatan jalan," katanya.

Herlina, anak Titi Wati, mengatakan dokter meminta dia mengatur dan menjaga pola makan ibunya. Petugas rumah sakit juga sudah mengajarinya membuat makanan yang boleh dikonsumsi ibunya selama menjalani perawatan untuk mengatasi obesitas.

"Menu makanannya sementara ini seperti putih telur yang direbus, kemudian jeli dan minum susu. Kalau untuk mengonsumsi air putih, ada takarannya yaitu hanya 100 cc saja tidak boleh lebih," kata Herlina.

Wakil Direktur RSUD dr Doris Sylvanus Theodorus Sapta Atmadja mengatakan Titi Wati belum bisa pulang karena tim dokter masih perlu memantau kondisinya.

"Dokter masih memantau kesehatan pasien. Masalah dietnya juga tetap kami pantau karena untuk diet pasien masih dibantu oleh rumah sakit," katanya.

"Mengenai pemulangan, kami segera berkoordinasi lintas sektor karena di rumah juga harus ada pendamping dari dua instansi yang selama ini membantunya, untuk memantau perkembangan yang bersangkutan," kata dokter Theo.

Baca juga:
Operasi terhadap Titi Wati berjalan lancar
16 dokter dikerahkan operasi perempuan berbobot ratusan kilogram

Pewarta: Kasriadi, Adi Wibowo
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar