counter

Pusat Kajian Mazhab Syafi'i di Padang Pariaman diresmikan ustadz Abdul Somad

Pusat Kajian Mazhab Syafi'i di Padang Pariaman diresmikan ustadz Abdul Somad

Ustad Abdul Somad (ketiga dari kanan) bersama pimpinan MPR RI, saat akan tampil sebagai penceramah di Komplek Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Rabu (29/8/2018) malam. (ANTARA/Foto: Riza Harahap)

Saya mau meresmikan pusat kajian ini karena berbagai pertimbangan yaitu sebagian besar ulama dan umat Islam di Indonesia menganut paham Mazhab Imam Syafi'i
Oleh Altas Maulana dan Aadiaat MS

Parit Malintang, Sumbar (ANTARA News) - Ustadz Abdul Somad (UAS) meresmikan Pusat Kajian Mazhab Syafi`i di Nagari Pauh Kambar, Kecamatan Nan Sabaris, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, yang dihadiri oleh ribuan umat Islam.

"Saya mau meresmikan pusat kajian ini karena berbagai pertimbangan," kata ustadz Abdul Somad saat ceramah pada tabligh akbar usai meresmikan Pusat Kajian Mazhab Syafi`i di Nan Sabaris, Kabupaten Padang Pariaman, Senin.

Ia mengatakan pertimbangan tersebut yaitu sebagian besar ulama dan umat Islam di Indonesia menganut paham Mazhab Imam Syafi'i.

Lalu, lanjutnya, ulama di Indonesia banyak belajar ke tokoh ulama Minangkabau di Arab yaitu Syekh Al-Minangkabawi.

Selanjutnya, penyebar agama Islam di sejumlah daerah di Indonesia merupakan orang Minangkabau.

"Jadi itu jawaban saya jika ada orang daerah lain di Indonesia yang marah jika ada yang mempertanyakan kenapa Pusat Kajian Mazhab Syafi`i dibangun di Sumbar," katanya.

Ia berharap dengan berdirinya pusat kajian tersebut maka umat Islam dapat belajar lebih dalam tentang Mazhab Syafi`i.

UAS juga berharap sejumlah pihak membantu pendirian Pusat Kajian Mazhab Syafi`i tersebut agar lebih mudah berkembang.

Sementara itu, Ketua Pengurus Pusat Kajian Mazhab Syafi`i, ustadz Jel Fathullah mengatakan hingga saat ini sudah lebih 50 ulama yang menjadi pengurus di pusat kajian tersebut.

Ia menjelaskan dipilihnya Padang Pariaman sebagai pusat pendirian Pengurus Pusat Kajian Mazhab Syafi`i karena daerah itu merupakan awal berkembangnya Islam di Sumbar.

"Di Pusat Kajian Mazhab Syafi`i nantinya akan tersedia perpustakaan yang untuk referensi umat Islam," ujarnya.

Wali Nagari Pauh Kambar, M Nur berharap Pusat Kajian Mazhab Syafi`i dapat berkembang tidak saja di Sumbar namun juga secara nasional.

"Kami pun siap membantu pengurus untuk mengembangkan Pusat Kajian Mazhab Syafi`i ini," kata dia.

Baca juga: Pakar: ulama Minangkabau syiarkan Islam dengan syair

Baca juga: Survei: imbauan Abdul Somad paling banyak diikuti masyarakat

Baca juga: Sumbar Luncurkan Program Gemar Mengaji

Baca juga: Ustad Abdul Somad menang dalam Baznas Award 2018

Pewarta:
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar