counter

Mahasiswa IAIN Palu kuliah di luar kampus pascatsunami

Mahasiswa IAIN Palu kuliah di luar kampus pascatsunami

Sejumlah mahasiswa mengikuti kuliah perdana pascagempa di Kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (1/11/2018). ANTARA FOTO/BasriMarzuki/wsj.

IAIN Palu akan revitalisasi gedung perkuliahan
Palu (ANTARA News) - Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), akan mengikuti proses belajar mengajar di luar kampus pascabencana gempa dan tsunami yang menghantam perguruan tinggi tersebut.

"Di 2019 ini, perkuliahan akan berlangsung di luar kampus," ucap Rektor IAIN Palu Prof Dr H Sagaf S Pettalongi MPd, di Palu, Selasa.

Perkuliahan semester genap 2019 dilangsungkan di luar kampus, dikarenakan sebagian ruang kelas belajar IAIN Palu rusak berat dan rusak total sehingga tidak dapat digunakan.

Di sisi lain, IAIN Palu akan melaksanakan pembangunan atau revitalisasi enam gedung termasuk gedung perkuliahan pada awal 2019, sehingga proses perkuliahan harus dipindahkan sementara waktu.

IAIN Palu menggandeng Asia Development Bank atau Bank Pembangunan Asia (ADB) dalam upaya revitalisasi kampus I senilai kurang lebih Rp30 miliar.

"Dalam upaya pembangunan ini, saya meminta kepada pihak pekerja agar tidak membongkar kelas-kelas darurat yang telah terbangun, sebelum material pembangunan gedung IAIN Palu masuk," ujar dia.

Kelas-kelas darurat yang berjumlah 60 kelas di wilayah kampus, masih dapat digunakan dalam proses perkuliahan, untuk memaksimalkan penyelenggaraan akademik khususnya perkuliahan di kampus itu.

Secara keseluruhan kebutuhan kelas di setiap fakultas meningkat, seiring meningkatnya jumlah mahasiswa baru IAIN Palu. Tahun 2018 IAIN Palu menerima sekitar 1.720 mahasiswa. Dengan demikian jumlah mahasiswa IAIN Palu sebelum bencana terjadi sekitar 5.000 lebih.

Jumlah tersebut tidak berbanding lurus dengan kondisi gedung perkuliahan dan daya tampung IAIN Palu pascabencana, karena gedung kuliah rusak total.

Pascabencana fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan membutuhkan 50 kelas, kemudian Fakultas Syariah Ekonomi Islam membutuhkan 18 kelas dan Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah membutuhkan 17 kelas.

Atas kondisi itu, IAIN Palu, sebut Sagaf telah membangun komunikasi dengan pihak sekolah SDN Bumi Bahari untuk menggunakan 14 kelas di sekolah itu. Kemudian Madrasyah DDI di samping kampus itu sebanyak 7 kelas dan juga Muhammadiyah Darul Arkham.

 Baca juga: IAIN Palu gandeng ADB revitalisasi kampus pascatsunami
 Baca juga: IAIN Palu laksanakan wisuda dalam tenda

Pewarta: Muhammad Hajiji
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pascabencana, 14 kasus pernikahan dini di kamp pengungsian Pasigala

Komentar