counter

Pertamina EP targetkan "lifting" minyak 85.000 barel/hari

Pertamina EP targetkan "lifting" minyak 85.000 barel/hari

Presiden Direktur PT Pertamina EP, anak perusahaan PT Pertamina (Persero), Nanang Abdul Manaf saat memberikan penjelasan kepada media mengenai pencapaian kinerja perseroan 2018 di Jakarta, Selasa (22/01/2019). (ANTARA/Faisal Yunianto)

Target 2019 optimistis bisa tercapai dengan catatan harga rata-rata minyak dunia di atas 50 dolar AS per barel
Jakarta (ANTARA News) - PT Pertamina EP, anak perusahaan PT Pertamina (Persero), menargetkan tahun ini dapat memproduksi minyak siap jual (lifting) sebesar 85.000 barel per hari (BOPD) menyusul pengoperasian sejumlah sumur minyak baru dari hasil kegiatan eksplorasi maupun pengembangan.
    
"Sebenarnya produksi minyak pada Desember 2018 sudah mencapai 85.000 BOPD. Makanya, target 2019 optimistis bisa tercapai dengan catatan harga rata-rata minyak dunia di atas 50 dolar AS per barel," kata Presiden Direktur Pertamina EP Nanang Abdul Manaf kepada wartawan di Jakarta, Selasa.
    
Ia mengatakan target produksi itu lebih tinggi dari pencapaian selama 2018 sebesar 79.690 BOPD atau 96 persen dari target 83.000 BOPD.

Sedangkan untuk produksi gas Pertamina EP adalah 1.017 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) atau 103 persen dari target 986 MMSCFD.
    
Menurut Nanang, target produksi minyak sepanjang 2018 belum tercapai karena selama Januari-Mei terjadi tren penurunan produksi, hingga sempat mencapai titik terendah 75.800 BOPD.

"Namun, Juni hingga Desember produksi terus naik hingga Desember lalu mencapai 85.000 barel per hari," katanya.
    
Ia mengatakan tingkat produksi minyak sekitar 85 ribu barel diyakini dapat dipertahankan pada tahun ini, sejalan dengan keberhasilan perseroan mengubah tren penurunan produksi (decline rate) pada tahun 2018 menjadi peningkatan (incline rate) sebesar tujuh persen.
    
Kondisi tersebut terkait telah dimulainya sejumlah pengembangan sumur minyak baru hasil kegiatan eksplorasi seperti Jatiasih, Bambu Besar, Tapen, dan Akasia Bagus.
    
Selain itu, mulai pertengahan 2018, Pertamina EP secara resmi menjadi operator Lapangan Sukowati di Jawa Timur.

"Dengan menjadi operator Sukowati maka kami bisa leluasa menggenjot produksi sehingga memberikan dampak peningkatan produksi Sukowati hingga 10.000 barel per hari," katanya.
    
Kegiatan pengembangan secara agresif juga dilakukan di Kalimantan, seperti Bunyu dan Tarakan.

"Sekitar 50 persen pengeboran sumur ada di Kalimantan yang dikelola oleh Pertamina EP Asset 5," kata Nanang.
    
Pertamina EP menargetkan pada 2019 dapat melakukan kegiatan pengeboran sebanyak 102 sumur, terdiri atas 94 sumur pengembangan dan delapan sumur eksplorasi.

Nanang juga berharap Pertamina EP menemukan prospektif pengeboran baru dengan nilai komersial yang tinggi.

Kontributor untuk produksi minyak Pertamina EP terutama dari Asset 4 dan Asset 5, serta untuk kontributor produksi gas Pertamina EP berasal dari Asset 2, Asset 4, dan Asset 5.
  
Menurut Nanang, pihaknya optimistis target produksi migas tahun ini bisa tercapai meskipun tantangan yang dihadapi tidak ringan seperti fluktuasi harga minyak dan memanasnya suhu politik dalam negeri menjelang pemilihan presiden.
    
"Asalkan harga minyak stabil dan kegiatan pemilu berjalan dengan aman, maka diharapkan perseroan dapat mencapai target laba bersih tahun ini sebesar 755 juta dolar AS atau lebih tinggi dari realisasi 2018 sebesar 753 juta dolar AS," katanya.

Baca juga: Selama 2018 produksi Pertamina EP Asset 4 lampaui target

 

Pewarta: Faisal Yunianto
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar