counter

1.892 hektare sawah terkena banjir

1.892 hektare sawah terkena banjir

Petani menjemur padi yang terendam banjir di area persawahan Desa Blang Leuah, Kecamatan Samatiga, Aceh Barat, Aceh, Sabtu (13/10/2018). Banjir akibat tingginya intensitas hujan yang terjadi sejak sepekan terakhir mengakibatkan 39 hektare tanaman padi siap panen terendam dan sebagian besar tanaman padi sudah mulai rusak. (ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/aww.)

Purworejo (ANTARA News) - Sedikitnya 1.892 hektare tanaman padi di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, terdampak banjir yang terjadi pekan lalu, kata Kepala Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (DP2KP) Purworejo Bambang Jati Asmara.

Bambang di Purworejo, Rabu, mengatakan tanaman padi yang terdampak banjir tersebut berada di tiga kecamatan, yakni Butuh, Pituruh dan Grabag.

"Paling banyak di Kecamatan Grabag karena memang aliran sungai mengarah ke daerah tersebut," katanya.

Ia mengatakan usia tanaman berbeda-beda di antara kecamatan, tetapi rata-rata usia satu bulan.

Ia mengatakan tanaman yang di bawah satu bulan ini kemungkinan bisa rusak, karena seluruh tanaman tergenang air.

"Kalau seluruh tanaman terendam air lebih lima hari tanaman padi bisa rusak, tetapi kalau air cepat surut masih bisa terselamatkan. Begitu juga tanaman yang pucuknya tidak terendam air masih bisa hidup," katanya.

Ia mengakui sudah ada satu desa yang tanaman padinya rusak dan minta bantuan benih ke DP2KP.

Ia menuturkan dalam kondisi bencana seperti ini ada cadangan benih nasional tetapi harus meminta ke provinsi sehingga perlu waktu, karena harus melalui pengusulan ke provinsi.

"Kalau dari dinas tidak ada stok benih cadangan, namun data tanaman terdampak banjir tersebut sudah kami sampaikan ke provinsi dan juga ke Sekda Purworejo apakah bisa menggunakan dana belanja tidak terduga untuk pembelian benih," katanya.

Ia mengatakan kalau di BPBD ada belanja bencana, di Dinas Pertanian tidak ada anggaran tersebut dan bisa langsung ditangani dengan dana dari bupati.

"Dalam waktu dekat kami akan menanggulangi kerusakan itu, tetapi kami tetap mengusulkan ke provinsi dengan menarik cadangan benih nasional," katanya.*


Baca juga: Petani klaim 295 hektare padi gagal panen ke Jasindo senilai Rp1,8 miliar

 

Pewarta: Heru Suyitno
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar