counter

Jenazah bocah tenggelam Sungai Serayu dievakuasi tim SAR

Jenazah bocah tenggelam Sungai Serayu dievakuasi tim SAR

BANYUMAS, JATENG, 28/7 - EROSI. Sejumlah penambang pasir melakukan kegiatan bongkar muat pasir hasil penambangan di sekitar aliran sungai Serayu di Desa Losari, Rawalo. Banyumas, Jateng, Selasa (28/7). Over eksploitasi penambangan pasir oleh penambang liar dan berizin di sekitar aliran sungai Serayu mempercepat proses erosi dan pendalaman sungai yang berakibat mempercepat keruntuhan diding sungai. FOTO ANTARA/Idhad Zakaria/ss/mes/09. (ANTARA/IDHAD ZAKARIA)

Jenazah Farhan Alim Al Hafid bin Suhadun (12) , warga Desa Tanjunganom RT05/RW03, Kecamatan Rakit, Banjarnegara, berhasil ditemukan pada pukul 08.05 WIB. Lokasi penemuan berjarak sekitar 300 meter dari tempat kejadian
Banjarnegara, Jateng (ANTARA News) - Tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) gabungan mengevakuasi jenazah seorang bocah yang tenggelam di Sungai Serayu, Desa Tanjunganom, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.

"Jenazah Farhan Alim Al Hafid bin Suhadun (12) , warga Desa Tanjunganom RT05/RW03, Kecamatan Rakit, Banjarnegara, berhasil ditemukan pada pukul 08.05 WIB. Lokasi penemuan berjarak sekitar 300 meter dari tempat kejadian," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjarnegara Arief Rahman di Banjarnegara, Kamis.

Setelah dievakuasi dari lokasi penemuan, kata dia, jenazah Farhan dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Hj. Anna Lasmanah, Banjarnegara, untuk dilakukan visum sebelum dipulangkan ke rumah duka.

Terkait dengan kronologi kejadian yang menimpa Farhan, dia mengatakan siswa kelas 6 Sekolah Dasar Negeri 1 Tanjunganom itu dilaporkan tenggelam di Sungai Serayu pada hari Rabu (23/1), sekitar pukul 13.30 WIB.

"Saat itu korban yang baru pulang mengikuti les di sekolahnya bermain air di Sungai Serayu bersama dua temannya, Dika dan Nurul," katanya.

Oleh karena arus Sungai Serayu cukup deras, kata dia, korban terseret air dan hanyut hingga akhirnya tenggelam.

Ia mengatakan dua rekan Farhan yang mengetahui kejadian tersebut segera mencari bantuan karena tidak berani menolong korban.

"Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Banjarnegara yang mendapatkan informasi tersebut segera datang ke lokasi kejadian guna mencari dan menolong korban," katanya.

Akan tetapi hingga pukul 17.45 WIB, kata dia, korban belum ditemukan sehingga operasi pencarian dilanjutkan pada Kamis (24/1) pagi.

Lebih lanjut, Arief mengatakan dengan ditemukannya jenazah Farhan, operasi pencarian korban tenggelam di Sungai Serayu dinyatakan berakhir dan seluruh potensi SAR yang terlibat telah kembali ke pangkalan masing-masing.

Menurut dia, operasi pencarian tersebut melibatkan personel TRC BPBD Kabupaten Banjarnegara, Basarnas, Koramil Rakit, Polsek Rakit, Radio Antar-Penduduk Indonesia, dan warga sekitar.

Baca juga: Perahu terbalik di Sungai Serayu, penambang pasir di Cilacap-Jateng dilaporkan hilang

Baca juga: Basarnas: seorang bocah hilang di sungai Serayu-Banjarnegara

Pewarta:
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar