counter

Angin puting beliung rusak sejumlah rumah warga di Trenggalek

Angin puting beliung rusak sejumlah rumah warga di Trenggalek

Arsip Foto. Warga berusaha mencari perlindungan saat angin puting beliung melanda Desa Sukorejo, Trenggalek, Jawa Timur, Senin (7/11/2016). (ANTARA/Destyan Sujarwoko)

Trenggalek, Jawa Timur (ANTARA News) - Angin puting beliung menerjang delapan desa di wilayah Kabupaten Trenggalek dan merusak sejumlah rumah warga pada Rabu (23/1) hingga Kamis.

"Kejadiannya Rabu sore hingga Kamis dini hari tadi. Hari ini kami lakukan gotong-royong membersihkan puing-puing dan membenahi atap rumah warga yang mengalami kerusakan," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Trenggalek Djoko Rusianto.

BPBD mengidentifikasi dampak angin puting beliung di delapan desa di tiga kecamatan.

Terjangan angin puting beliung menimbulkan keruskan di enam desa di wilayah Kecamatan Panggul, serta masing-masing satu desa di Kecamatan Watulimo dan Pule.

Di Kecamatan Panggul, hujan disertai angin kencang selama sekitar satu jam menyebabkan kerusakan rumah empat warga di Desa Ngrencak, serta merobohkan pemancar radio dan menyebabkan kerusakan belasan rumah di Desa Depok.

"Setelah ada laporan tersebut kami langsung menurunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke lokasi guna mengecek kondisi untuk keperluan kegiatan tanggap darurat," kata Djoko.

Terjangan angin kencang juga membuat tujuh rumah warga rusak tertimpa robohan pohon di Dusun Singgahan, Desa Sawahan, Kecamatan Watulimo, menimbulkan kerugian sekitar Rp 46 juta.

"Kami telah melakukan kegiatan tanggap darurat di lokasi tersebut, untuk itu mengingat cuaca buruk kemungkinan masih terjadi sama berharap masyarakat agar selalu waspada terkait kemungkinan terjadinya bencana baik itu angin puting beliung, banjir, tanah longsor dan bencana lainnya," kata Djoko.

Baca juga:
Trenggalek latih warga pesisir menjadi kader tanggap tsunami
Sembilan rumah rusak akibat tanah longsor di Trenggalek

 

Pewarta: Destyan H. Sujarwoko
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ganjar imbau masyarakat petakan potensi bencana di musim hujan

Komentar