counter

Bursa Wall Street naik didorong laba perusahaan dan penghentian penutupan pemerintahan

Bursa Wall Street naik didorong laba perusahaan dan penghentian penutupan pemerintahan

Bursa saham Wall Street, New York. (Reuters)

Sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 berada di wilayah hijau dalam penghitungan indeks pada Jumat (25/1)
New York (ANTARA News) - Saham-saham di bursa Wall Street ditutup lebih tinggi pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), didorong laporan laba sejumlah perusahaan yang lebih kuat dari perkiraan dan Presiden AS Donald Trump mengumumkan pembukaan kembali pemerintahan selama tiga minggu.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 183,96 poin atau 0,75 persen, menjadi ditutup di 24.737,20 poin. Indeks S&P 500 menguat 22,43 poin atau 0,85 persen menjadi berakhir di 2.664,76 poin. Indeks Komposit Nasdaq meningkat 91,40 poin atau 1,29 persen, menjadi ditutup di 7.164,86 poin.

Perusahaan digital dan telekomunikasi, serta perusahaan kartu bank mendorong tiga indeks harga saham umum, karena kinerja perusahaan mereka untuk kuartal keempat 2018 melampaui estimasi Wall Street.

Saham raksasa telekomunikasi Swedia Ericsson melonjak 4,23 persen di sekitar bel penutupan.

Saham perusahaan penyimpanan data AS Western Digital Corp dan rekannya Seagate Technology, masing-masing melompat 7,52 persen dan 6,57 persen.

Saham Mastercard memperpanjang kenaikan kuat sepanjang hari, naik 1,58 persen ketika pasar ditutup.

Perusahaan pembayaran dan teknologi yang berbasis di negara bagian New York itu, sebelumnya mengumumkan kesepakatan untuk membeli perusahaan pembayaran Inggris Earthport senilai lebih dari 300 juta dolar AS.

Saham Discover Financial Services juga naik 0,83 persen.

Sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 berada di wilayah hijau dalam penghitungan indeks pada Jumat (25/1), dengan sektor material naik hampir dua persen, memimpin para pemenang, dikutip dari Xinhua.

Para pemimpin kongres AS dan Trump telah mencapai kesepakatan untuk sementara membuka kembali pemerintah selama tiga minggu, menyerukan diakhirinya penutupan terpanjang dalam sejarah AS, Trump mengumumkan Jumat (25/1) dalam pidatonya di Gedung Putih.

Langkah itu dilakukan setelah Senat menolak dua proposal untuk mengakhiri penutupan pemerintah pada Kamis (24/1), karena kerugian ekonomi telah membesar ketika sekitar 800.000 karyawan federal mulai kehilangan gaji bulanan kedua sejak 22 Desember 2018.

Anggota parlemen kemudian akan membahas dana-dana untuk keamanan perbatasan dan permintaan Trump untuk 5,7 miliar dolar AS untuk tembok perbatasan AS-Meksiko.

Federal Reserve AS dilaporkan mempertimbangkan untuk mengakhiri skema pengurangan portofolio obligasi dan "hampir" membuat keputusan, menurut The Wall Street Journal pada Jumat (25/1).

Pengurangan obligasi yang dipegang The Fed pada neraca menunjukkan bahwa mereka akan mendapatkan lebih banyak modal dari pasar keuangan. Sementara seruan diakhirinya langkah pengurangan akan meningkatkan aliran uang panas yang beredar di pasar.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa bank sentral kemungkinan akan melonggarkan beberapa perpanjangan pengetatan moneternya, yang biasanya menguntungkan pasar ekuitas.

Para investor dan analis menantikan apa yang mungkin akan keluar dari pertemuan kebijakan dua hari Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) bank sentral minggu depan.

Baca juga: Dolar jatuh setelah Trump desak akhiri penutupan pemerintahan
Baca juga: Pengambilan risiko picu pasar saham Eropa dekati tertinggi dua bulan
Baca juga: Wall Street bervariasi didorong kinerja positif perusahaan dan kecemasan perdagangan

 

Pewarta: Apep Suhendar
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar