10 kecamatan di Lebak endemik DBD

10 kecamatan di Lebak endemik DBD

Arsip foto - Petugas Fogging Kecamatan Palmerah melakukan pengasapan di SDN Kota Bambu 07 Pagi, Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (25/1/2019). Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta menyatakan bulan Januari ini di wilayah Jakarta Barat, Jakarta Selatan dan Jakarta Timur menjadi daerah waspada demam berdarah dengue, sementara bulan Februari dan Maret mendatang seluruh wilayah Ibu Kota diprediksi masuk dalam kategori waspada. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/ama.

Mereka yang terserang DBD sebagian besar warga yang tinggal di permukiman padat penduduk,
Lebak (ANTARA News) - Sebanyak 10 kecamatan di Kabupaten Lebak, Banten, dinyatakan sebagai wilayah endemik penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD).

Kepala Bidang Pemberantasan dan Pencegahan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, Firman Rahmutallah di Lebak, Sabtu, mengatakan, penyebab penularan penyakit DBD tersebut akibat buruknya kebersihan lingkungan di masyarakat, sehingga berpotensi berkembangbiaknya nyamuk Aedes Aegepty.

"Mereka yang terserang DBD sebagian besar warga yang tinggal di permukiman padat penduduk," katanya.

Saat ini, daerah endemik penularan DBD di Lebak tersebar di 10 kecamatan yaitu Warunggunung, Rangkasbitung, Cibadak, Kalanganyar, Bayah, Sajira, Cipanas, Wanasalam, Malingping dan Banjarsari.

Namun, penyebaran penyakit DBD sepanjang 2018 menurun drastis dibandingkan 2016 hingga ratusan orang.

"Kami hanya menerima beberapa orang saja yang positif terserang DBD," katanya.

Menurut Firman, pihaknya tidak henti-hentinya menyosialisasikan pencegahan penyakit DBD agar tidak menimbulkan kasus kejadian luar biasa (KLB).

Penyebaran DBD itu akibat lingkungan yang tidak bersih sehingga berkembangbiaknya nyamuk pembawa virus DBD.

Karena itu, masyarakat harus berperan aktif untuk mengoptimalkan budaya gotong royong dengan melaksanakan kegiatan kebersihan lingkungan dan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

Selain itu juga, pemberian abatesasi untuk membunuh jentik-jentik nyamuk DBD.

Sebab, tindakan pengasapan atau fogging dinilai belum efektif untuk memutus mata rantai penyebaran DBD.

"Saya yakin melalui PSN dan kebersihan lingkungan dapat mematikan jentik-jentik nyamuk, sehingga terbebas dari penyebaran penyakit yang bisa mematikan itu," ujarnya.

Firman mengatakan, penyebaran DBD di Kabupaten Lebak saat ini relatif kecil karena tingkat kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan PSN cenderung meningkat.

Apalagi, sepanjang Januari 2019 curah hujan cukup tinggi dengan intensitas lebat, ringan dan sedang.

Biasanya, kata dia, curah hujan menimbulkan genangan-genangan diantaranya di tempat barang-barang bekas, bak mandi, kolam ikan, dan lainnya.

"Umumnya, nyamuk DBD itu berkembang pada genangan air bersih itu," tandas Firman.

Baca juga: Pasien DBD RSHS Bandung meningkat lima kali lipat
Baca juga: 76 orang diduga kena DBD
Baca juga: DBD marak, curigai demam tinggi mendadak

Pewarta: Mansyur suryana
Editor: Desi Purnamawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Permintaan trombosit darah di Sultra meningkat

Komentar