counter

Program "magang fair" digagas di Yogyakarta

Program "magang fair" digagas di Yogyakarta

Demonstrasi Menolak WTO Ricuh Pengunjuk rasa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Indonesia bersitegang dengan petugas Kepolisian saat aksi unjuk rasa menolak pertemuan WTO, di Jl Malioboro, Yogyakarta, Jumat (6/12). Mereka menolak KTM WTO karena dinilai hanya menguntungkan negara maju untuk memonopoli berbagai sumber bahan mentah, tenaga kerja maupun sektor jasa yang akan menyengsarakan rakyat Indonesia. (ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko)

Jika selama ini masyarakat sudah sangat mengenal program "job fair" atau bursa kerja, maka pada tahun ini kami menyiapkan program baru "magang fair"
Yogyakarta, (ANTARA News) - Dinas Koperasi UKM Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta pada tahun 2019 menyiapkan program "Magang Fair" guna meningkatkan kompetensi dan kualitas pencari kerja asal Kota Yogyakarta.

"Jika selama ini masyarakat sudah sangat mengenal program `job fair` atau bursa kerja, maka pada tahun ini kami menyiapkan program baru 'magang fair'", kata Kasi Pengembangan dan Pelatihan Produktivitas Tenaga Kerja Dinas Koperasi UKM Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta, Thissani Indian Musi, di Yogyakarta, Minggu.

Ia mengatakan, seperti program "job fair' yang menawarkan sejumlah lowongan pekerjaan dari berbagai perusahaan, maka program "magang fair" juga menyiapkan berbagai lowongan magang dari berbagai perusahaan.

Dinas Koperasi UKM Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta berencana bekerja sama dengan 20 perusahaan untuk pelaksanaan program "magang fair" dengan masing-masing menyediakan dua lowongan magang. Perencanaan untuk program ini terus dimatangkan.

"Kami berusaha bekerja sama dengan 20 perusahaan terlebih dulu. Jumlah perusahaan atau lowongan magang yang dibuka bisa saja berubah dan semuanya masih disiapkan," katanya.

Sejumlah perusahaan yang menjadi sasaran untuk pelaksanaan program "magang fair" di antaranya adalah perusahaan jasa pendukung pariwisata seperti hotel dan diharapkan program tersebut sudah bisa terselenggara pada Maret atau April 2019.

Jika jumlah peminat magang melebihi daya tampung yang disediakan, maka dimungkinkan dilakukan tahapan seleksi.

Pendaftar akan langsung ditempatkan untuk magang dan diharapkan nantinya bisa juga langsung direkrut untuk bekerja di perusahaan tersebut.

Setiap peserta yang lolos untuk mengikuti kegiatan magang juga akan memperoleh sertifikasi yang bisa dimanfaatkan saat mereka mencari kerja.

Selain kegiatan "magang fair", Dinas Koperasi UKM Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta juga tetap menjalankan kegiatan rutin yaitu pelatihan. Pada tahun ini, pemerintah daerah membuka 23 jenis pelatihan dengan total kuota 590 peserta yang bisa diikuti secara gratis oleh warga Kota Yogyakarta.

Kepala Dinas Koperasi UKM Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Yogyakarta, Lucy Irawati, mengatakan, kegiatan pelatihan ditujukan meningkatkan kualitas sumber daya manusia sehingga peserta bisa bekerja di perusahaan atau membuka wirausaha.

Beberapa pelatihan yang digelar di antaranya "airport operation officer", satpam, membatik, membuat kue, mengemudi, dan berbagai pelatihan keterampilan lain.

Baca juga: Bursa kerja Yogyakarta tawarkan 2.020 lowongan kerja

Baca juga: Yogyakarta gelar bursa kerja untuk kurangi pengangguran

Pewarta: Eka Arifa Rusqiyati
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar