counter

Tinggal di huntara lebih baik dari pada di tenda

Tinggal di huntara lebih baik dari pada di tenda

Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Harry Hikmat (baju putih) meninjau huntara korban gempa bumi dan likuifaksi di Sibalaya Selatan kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah, Selasa (29/1/2019) (ANTARA/Desi Purnamawati)

Masih banyak saudara kita yang masih di tenda, ibu-ibu dan bapak-bapak tidak kurang bersyukur atas karunia bisa menempati tempat tinggal meski sementara tapi ini jauh lebih baik dibandingkan tinggal di tenda."
Sigi, Sulteng (ANTARA News) - Warga korban bencana gempa bumi dan likuifaksi di Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah sangat bersyukur bisa tinggal di hunian sementara (huntara) karena kondisinya lebih baik dibandingkan tinggal di tenda.

"Rumah sudah hancur karena likuifaksi, sebelumnya sempat tinggal di tenda yang kami bangun di samping rumah yang hancur, tapi lebih baik disini di huntara," kata Rahma salah seorang korban yang tinggal di huntara Sibalaya Selatan Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah, Selasa.

Hal senada disampaikan Jamal, meski kepanasan tinggal di huntara karena konstruksi dan atap bangunan terbuat dari baja ringan, tapi lebih baik karena bisa tinggal bersama dengan keluarga.

Begitu juga dengan Erni, yang tampak senang dikunjungi Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Harry Hikmat yang mewakili Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita. Ia senang tinggal di huntara meski kondisinya penuh keterbatasan.

Dirjen Harry Hikmat mengatakan, huntara yang didirikan BUMN khususnya yang dibuat Bank Mandiri di Sibalaya Selatan sebanyak 100 unit jauh lebih baik dari pada huntara lainnya.

"Masih banyak saudara kita yang masih di tenda, ibu-ibu dan bapak-bapak tidak kurang bersyukur atas karunia bisa menempati tempat tinggal meski sementara tapi ini jauh lebih baik dibandingkan tinggal di tenda," kata Harry.

Pascagempa bumi, likuifaksi dan tsunami yang terjadi di Sulteng pada 28 September 2018, Kemensos memberikan bantuan tenda untuk tempat tinggal sementara.

"Saya kira daya tahannya tenda juga tidak lama 2-3 bulan sudah tidak layak. Karena itu kepindahan ke tempat ini harus betul-betul disyukuri karena telah dibangun tempat yang cukup lengkap ada sekolahnya dan fasilitas lainnya, di tempat lain sekolah masih di tenda," tambah dia.

Untuk melengkapi huntara Kementerian Sosial juga memberikan bantuan untuk Sulteng sebanyak 1.000 paket peralatan dapur keluarga senilai Rp1,2 miliar, pengerahan personil Taruna Siaga Bencana (Tagana) masa transisi darurat sebanyak 129 personel. 

Selain itu juga bantuan paket makanan dan perlengkapan keluarga masing-masing 1.000 paket, water treatment dan mobil layanan dukungan psikososial.

Head Area Bank Mandiri Palu Bambang Indriatmoko mengatakan, sebanyak 250 unit huntara dibangun dengan rincian 100 unit di Desa Sibalaya Selatan dan 150 unit di Desa Kabobona Kecamatan Dolo, Sigi.

"Huntara disiapkan dalam waktu sangat singkat, hanya 14 hari kita bahu membahu bersama masyarakat menanggung huntara dan sejumlah sarana lainnya," kata Bambang.

Huntara Sibalaya dilengkapi sarana rumah ibadah, sarana olahraga, sekolah, MCK, air bersih dan listrik.

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar