DAK untuk KB daerah diharapkan turunkan angka kelahiran

DAK untuk KB daerah diharapkan turunkan angka kelahiran

Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X (tengah) secara simbolis membuka acara sosialisasi dan konsultasi DAK sub bidang KB 2019 di Yogyakarta, Rabu malam (30/1/2019). (ANTARA/Aditya Ramadhan)

Yogyakarta (ANTARA News) - Peningkatan Dana Alokasi Khusus (DAK) subbidang Keluarga Berencana tahun 2019 yang disalurkan ke daerah diharapkan dapat mendukung pencapaian target  total fertility rate (TFR)  atau rata-rata kelahiran per wanita usia subur sebesar 2,1.

"DAK intervensi khusus  untuk percepatan di bidang KB menurunkan angka kelahiran jadi 2,1 per wanita usia subur dari yang sebelumnya 2,28," kata Sekretaris Utama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Nofrijal di Yogyakarta, Rabu.

Alokasi DAK subbidang KB terus mengalami peningkatan jumlah pagu anggaran sejak tahun 2008 sampai sekarang. Saat ini total anggaran DAK subbidang KB sebesar Rp2,559 triliun.

Jumlah tersebut terdiri atas DAK Fisik sebesar Rp624 miliar, DAK Penugasan atau penanggulangan stunting sebesar Rp7,8 miliar, DAK nonfisik atau biaya operasional KB sebesar Rp1,967 triliun. 

Nofrijal mengatakan alokasi anggaran DAK yang terus meningkat sangat potensial kontribusinya dalam pelaksanaan Program  Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) di Kabupaten dan Kota sehingga pemanfaatannya harus saling bersinergi untuk mendukung pencapaian sasaran RPJMN 2015-2019

"DAK merupakan salah satu upaya pemerintah dalam rangka percepatan dan menjangkau daerah-daerah yang agak sulit. Kabupaten-kota diharapkan untuk lakukan percepatan hasil kerjanya," kata dia.

DAK Fisik Subbidang KB diarahkan untuk meningkatkan akses dan pelayanan KB yang merata, yang dilakukan melalui meningkatnya dukungan sarana dan prasarana pelayanan KB serta meningkatnya dukungan sarana dan prasarana penyuluhan KB.

Nofrijal juga berharap dengan disalurkannya DAK subbidang KB tahun 2019 bisa meningkatkan kepesertaan ber-KB melalui peningkatan akses dan kualitas pelayanan KB terutama keluarga miskin dan rentan lainnya, meningkatkan advokasi dan  KIE program KB khususnya di daerah-daerah terpencil dan sulit dijangkau, meningkatkan pembinaan tumbuh kembang anak di bawah usia lima tahun dalam keluarga, meratakan pelaksanaan dan pencapaian program KB baik antarwilayah maupun antarkelompok masyarakat.

Selain itu juga diharapkan bisa meningkatkan sarana dan prasarana fisik pelayanan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) program KB, serta sarana KIE dan konseling remaja untuk mendukung proram Generasi Berencana dalam rangka menurunkan kelahiran pada usia 15-19 tahun.

Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X yang hadir dalam pembukaan acara Sosialisasi dan Konsultasi Pelakasanaan Anggaran DAK subbidang KB tahun 2019  di Yogyakarta, menegaskan pentingnya menyamakan persepsi dan kerja bersama-sama antara pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten-kota dalam melaksanakan program kependudukan dan keluarga berencana.

"Harus memastikan program berjalan baik, tersinkronisasi, terintegrasi baik di eksternal maupun internal, sehingga bisa berorientasi pada hasil. Terus fokus dan mengerjakan yang prioritas dan hasil yang dicapai bisa dipertanggungjawabkan," kata dia.  

Baca juga: Dana Alokasi Khusus KB meningkat dalam 10 tahun
Baca juga: Kampung Binyeri-Papua disiapkan menjadi "Kampung KB" percontohan nasional

 

Pewarta: Aditya Ramadhan
Editor: Dewanti Lestari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Budaya merantau jadi kendala Sumbar nikmati bonus demografi

Komentar