counter

Gandeng BBVET Maros, Gorontalo tangani penyakit antraks

Gandeng BBVET Maros, Gorontalo tangani penyakit antraks

Seorang pasien diduga penderita antraks dirawat di Rumah Sakit Umum MM Dunda Limboto, Kabupaten Gorontalo, Gorontalo, Kamis (17/1/2019). Dua orang warga Kecamatan Pulubala diduga terjangkit bakteri antraks usai mengonsumsi daging kambing. ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin/wsj.


Investigasi yang dilakukan dengan BBVET Maros ini menyangkut pengambilan sampel tanah lokasi kasus kejadian untuk dilakukan uji ulang
Gorontalo, (ANTARA News) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorontalo, Provinsi Gorontalo, menggandeng Balai Besar Veteriner Maros, Sulawesi Selatan, dalam penanganan dan investigasi kasus penyakit antraks yang terjadi di daerah itu.

Sekretaris Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan setempat, Fony Tangahu di Gorontalo, Rabu, mengatakan pada tanggal 17 Agustus 2018 lalu, ada laporan terkait masyarakat yang diduga terkena antraks di Desa Bakti, Kecamatan Pulubala.

"Tim investigasi dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Gorontalo bekerja sama dengan Subdin Dinas Peternakan Pada Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo bergerak cepat dengan melakukan pengobatan ternak di sekitar lokasi kasus," ujarnya.

Dari hasil investigasi di dapatkan laporan bahwa telah terjadi kasus potong paksa kambing milik warga dan daging kambing tersebut dibagi-bagikan kepada 23 orang warga.

Akibatnya, tiga dari 23 orang yang mengonsumsi daging tersebut mengalami efek berupa luka  dan secara klinis dinyatakan bahwa luka tersebut akibat bakteri antraks.

"Investigasi yang dilakukan dengan BBVET Maros ini menyangkut pengambilan sampel tanah lokasi kasus kejadian untuk dilakukan uji ulang," katanya.

Sambil menunggu hasil uji Lab dari BBVET Maros dan sesuai Standar Operasional Prosedur(SOP) yang berlaku, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Gorontalo telah melakukan langkah-langkah teknis berupa penangan kasus dengan melakukan vaksin dan pemberian antibiotic dan vitamin.

Ia menjelaskan, total hewan ternak yang sudah divaksinasi sampai dengan tanggal 29 Januari 2019? berjumlah 1,454 ekor sapi. Pelayanan akan terus dilaksanakan sesuai jadwal yang telah di sampaikan.

Baca juga: 62 warga Gorontalo terkena antraks kulit pascamakan daging sapi sakit

Baca juga: Balitbangtan gandeng swasta untuk produksi massal teknologi veteriner

Baca juga: Balai veteriner selidiki virus flu burung Kalsel

Pewarta: Adiwinata Solihin
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar