counter

Bulu tangkis

13 klub perebutkan gelar Djarum Superliga Badminton 2019

13 klub perebutkan gelar Djarum Superliga Badminton 2019

Ketua Panitia Penyelenggara Djarum Superliga Badminton 2019 Achamad Budiharto (keempat kiri), Dewan Pembina Djarum Foundation Yan Haryadi Susanto (kelima kanan), dan Wakil Ketua I Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Alex Tirta (empat kanan) memberikan keterangan pers di Jakarta, Kamis (31/1). Djarum Superliga Badminton 2019 akan menghadirkan pemain-pemain unggulan dunia seperti Lee Yong Dae, Brice Leverdez, Vladimir Ivanov, Sai Praneeth selain pemain-pemain unggulan Indonesia seperti Jonatan Christie, Anthony Ginting, dan pasangan Minions. (Antara/Imam Santoso)

Jakarta (ANTARA News) - Sebanyak 13 klub bulu tangkis dalam dan luar negeri akan bersaing dan memperebutkan gelar juara dan hadiah total Rp4,25 miliar dalam kejuaraan beregu Djarum Superliga 2019 yang akan berlangsung di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) Bandung, 18-24 Februari.

"Kami menambah jumlah hadiah pada tahun ini menjadi 300 ribu dolar AS atau sekitar Rp4,25 miliar dari penyelenggaraan pada 2017 sebesar 250 ribu dolar AS atau sekitar Rp3,5 miliar demi menyemarakan persaingan," kata Ketua Panitia Penyelenggara Djarum Superliga Badminton 2019 Achmad Budiharto dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis.

Budiharto mengatakan pemilihan kota Bandung sebagai lokasi penyelenggaraan menyusul minat masyarakat Kota Kembang yang tinggi untuk menyaksikan pertandingan bulu tangkis secara langsung.

"Meskipun minat masyarakat Bandung terhadap pertandingan bulu tangkis tinggi, turnamen internasional sudah lama tidak digelar di kota itu. Kami ingin membangkitkan lagi gairah masyarakat Bandung terhadap bulu tangkis dengan mendatangkan pemain-pemain papan atas dari dalam dan luar negeri," katanya.

Sekretaris Jenderal PP PBSI itu mengatakan pemilihan Sabuga sebagai lokasi pertandingan Djarum Superliga Badminton 2019 karena gedung itu menjadi arena yang paling baik dan nyaman bagi penonton dengan daya tampung sekitar 1.500 orang.

Panitia Penyelenggara, lanjut Budi, juga menambah subsidi dana bagi seluruh klub yang ikut dalam kejuaraan beregu nasional dua tahunan itu. Setiap klub mendapatkan subsidi dana sebesar Rp60 juta atau meningkat Rp10 juta dari penyelenggaraan Djarum Superliga 2017.

"Kami juga meningkatkan subsidi bagi klub yang mendatangkan pemain-pemain asing. Sebelumnya, subsidi untuk mendatangkan pemain asing sebesar enam ribu dolar AS setiap klub. Sekarang, subsidi itu menjadi 10 ribu dolar AS untuk setiap klub," katanya sembari menambahkan kuota maksimal satu tim adalah 12 pemain dalam negeri dan luar negeri.

Budiharto mengatakan Djarum Superliga Badmiton menjadi ajang bagi para pemain lokal Indonesia untuk bertanding dan menghadapi pemain-pemain peringkat atas dunia, termasuk pemain asal Indonesia.

"Secara struktural, para pemain lokal tidak secara langsung dapat bermain dalam turnamen-turnamen tinggi dunia. Kesempatan mereka bertemu pemain peringkat atas dunia juga kecil," katanya.

Tiga belas klub bulu tangkis yang bersaing dalam Djarum Superliga Badminton 2019 terdiri atas delapan klub dalam negeri, yakni Djarum Kudus, Jaya Raya Jakarta, Berkat Abadi, Musica, Daihatsu Astec, Mutiara Cardinal, Jatim United, dan Tiket.com Champion Klaten. Kemudian, lima klub luar negeri yaitu Sports Affairs (Malaysia), Samurai Japan Reptiles (Jepang), Saishunkan-Unisys (Jepang), Hitachi (Jepang), dan Granular (Thailand).

Klub yang meraih juara akan mendapatkan hadiah sebesar 80 ribu dolar AS, peringkat dua mendapatkan hadiah 40 ribu dolar AS, peringkat ketiga mendapatkan 20 ribu dolar AS, dan peringkat keempat mendapatkan hadiah 10 ribu dolar AS.

Sementara, tiket pertandingan kelas VIP dijual seharga Rp40 ribu untuk pertandingan Senin (18/2) hingga Jumat (22/2). Sedangkan tiket VIP untuk Sabtu (23/2) dan Minggu (24/2) dijual Rp75 ribu.

Tiket kelas reguler dijual seharga Rp25 ribu untuk pertandingan Senin (18/2) hingga Jumat (22/2). Kemudian untuk Sabtu (23/2) dan Minggu (24/2), tiket reguler dijual seharga Rp50 ribu. 

Pewarta: Imam Santoso
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar