counter

Menristekdikti berharap Indonesia bisa menjadi produsen robot

Menristekdikti berharap Indonesia bisa menjadi produsen robot

Arsip Foto. Peserta melakukan persiapan menjelang Kontes Robot Indonesia (KRI) 2018 di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), DI Yogyakarta, Rabu (11/7/2018), yang diikuti 91 tim dari 48 perguruan tinggi se-Indonesia. (ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko)

...mudah-mudahan kita tidak hanya menjadi operator, tapi bisa menjadi produsen robot...
Bandung, Jawa Barat (ANTARA News) - Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir berharap Indonesia pada masa mendatang bisa menjadi produsen robot, bukan hanya negara pengguna robot.

"Nanti sejumlah pekerjaan akan digantikan oleh robot, mudah-mudahan kita tidak hanya menjadi operator, tapi bisa menjadi produsen robot," katanya saat menyampaikan sambutan pada peresmian Laboratorium Riset Kecerdasan Buatan & Pusat Inovasi ITB-Bukalapak di Aula Barat Kampus ITB, Kota Bandung, Jumat.

"Kita harus berinovasi, inovasi yang cepat dengan mengikuti kemajuan zaman," ia menambahkan.

Dia mengutip data dari suatu lembaga riset yang menyebutkan bahwa pada 2030 di sejumlah negara maju pekerjaan manusia akan digantikan oleh robot.

Nasir juga ingin ke depan mahasiswa bukan hanya dirancang untuk bekerja, namun juga merintis usaha di bidangnya.

"Mudah-mudahan bisa menjadi talenta digital dan bisa membuat start-up (perusahaan rintisan) baru di indonesia," kata dia.

Baca juga:
BPPT dorong penguatan robotika hadapi Revolusi Industri 4.0
Puri Robotics distribusikan robot layanan di Indonesia

 

Pewarta: Ajat Sudrajat
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar