Tongkat komando Danjen Kopassus diserahterimakan

Tongkat komando Danjen Kopassus diserahterimakan

Mayor Jenderal TNI Eko Margiyono, menyerahkan tongkat komando kepada penerusnya, Mayor Jenderal TNI I Nyoman Cantiasa, di lapangan Markas Komando Kopassus TNI AD, Cijantung, Jakarta Timur, Jumat. (Dinas Penerangan TNI AD)

Jakarta (ANTARA News) - Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD, Mayor Jenderal TNI Eko Margiyono, menyerahkan tongkat komando kepada penerusnya, Mayor Jenderal TNI I Nyoman Cantiasa, di lapangan Markas Komando Kopassus TNI AD, Cijantung, Jakarta Timur, Jumat. Margiyono selanjutnya menjabat sebagai panglima Kodam Jaya untuk menggantikan Mayor Jenderal TNI Joni Supriyanto, yang dipromosikan sebagai kepala Staf Umum Panglima TNI. 

"Atas nama pribadi dan keluarga, saya mengucapkan terimakasih yang tulus, dan penghargaan yang tinggi kepada segenap prajurit Kopassus beserta keluarga," kata Margiyono, dalam sambutannya di upacara itu.
 
Ia berharap dengan kepemimpinan penggantinya, Kopassus TNI AD bisa bekerja dan berlatih dengan lebih baik lagi. 
 
Sebaliknya Cantiasa, yang berasal dari Bubunan, Singaraja, Bali, juga menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada Margiyono atas pelaksanaan tugas dan pengabdiannya memimpin Kopassus TNI AD selama 10 bulan 10 hari. 
 
"Pada kesempatan yang membahagiakan ini, saya telah menerima penyerahan satuan Kopassus dari Mayjen TNI Eko Margiyono. Dan saya siap melaksanakan tugas sebagai Danjen ke-31 Kopassus. Semoga saya dapat menjalankan amanah ini untuk melanjutkan roda organisasi dan tongkat estafet kepemimpinan Danjen Kopassus," kata Cantiasa. 
 
Sebelumnya, pada Kamis (31/1), Kepala Staf TNI AD, Jenderal TNI Andika Perkasa, melantik dan mengambil sumpah jabatan kepada Cantiasa. Hal itu berdasarkan Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/81/l/2019 Tertanggal 25 Januari 2019 tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan dalam Jabatan di lingkungan TNI. 

Canttasa lahlr di Buleleng, Bali, pada 26 Juni 1967, merupakan luiusan terbaik Akademi Militer pada 1990 dari kecabangan infanteri, serta menyabet penghargaan Adhi Makayasa dan Tri Sakti Wiratama. 
 
Ia pernah berdinas di Batalion Lintas Udara (Para Raider) 328/Dirgahayu Kostrad. Karir ayah dua anak ini berikutnya banyak dijalani di lingkungan Korps Baret Merah, khususnya di satuan elite Kopassus TNI AD, Satuan-81 Kopassus (Gultor). 

Ia lama bergabung dengan Batalyon Aksi Khusus yang kini dinamai Batalion 811. Di batalion ini, ia sempat menjadi komandan batalion 2006, setelah sebelumnya menamatkan Sesko TNI AD pada 2004. 

Ia pernah menjabat sebagai komandan Sat-81 Gultor Kopassus pada 2010-2012 pada pangkat Kolonel. kemudian, dipercaya untuk menjabat sebagai komandan Pusdikpassus pada 2012-2013. Selanjutnya juga pernah menjabat komandan Korem 163/Wirasatya, Kodam lX/Udayana, komandan Koram 173/Praja Vira Braya, Kodam XVII/Cendrawasih, dengan pangkat brigadir jenderal TNI dan dilanjutkan dengan kepercayaan untuk menjabat sebagai kepala staf Kodam XVII/Cendrawasih pada 2017.
 
Pada 2008, dia naik pangkat bintang dua  menjadi Patl Sahli Tk III Bidang Polkamnas Panglima TNI, sebelum akhirnya dipercaya sebagai komandan jenderal ke-31 Komando Pasukan Khusus TNI AD.

 

Pewarta: Syaiful Hakim
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Ini harapan Prabowo saat HUT Kopassus ke-67

Komentar