Chicago (ANTARA News) - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange lebih rendah pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), tertekan oleh data pekerjaan Amerika Serikat (AS) yang lebih kuat dari perkiraan, serta meningkatnya aktivitas manufaktur AS.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April, turun 3,10 dolar AS atau 0,23 persen, menjadi menetap di 1.322,10 dolar AS per ounce.

Ekonomi AS menambahkan 304.000 lapangan pekerjaan, lebih tinggi dari yang diperkirakan pada Januari, menurut statistik resmi yang baru dirilis.

Para ekonom yang disurvei oleh The Wall Street Journal dan Dow Jones keduanya memperkirakan kenaikan sekitar 170.000 lapangan pekerjaan.

Sementara itu, survei Indeks Pembelian Manajer (PMI) Manufaktur AS untuk Januari membaik berkat ekspansi yang lebih cepat dalam output dan pesanan baru, menurut data yang dirilis oleh IHS Markit pada Jumat (1/2), seperti yang dikutip Xinhua.

PMI Manufaktur AS final IHS Markit yang disesuaikan secara musiman tercatat 54,9 pada Januari, naik dari 53,8 pada Desember. Angka utama terbaru ini menandakan peningkatan yang kuat dan lebih cepat dalam kesehatan keseluruhan sektor ini.

Mendukung angka PMI yang lebih tinggi adalah ekspansi yang tajam dan lebih cepat dalam produksi di sektor manufaktur pada Januari.

Indeks dolar AS yang kuat juga menahan kenaikan emas, yang telah membukukan kenaikan signifikan dalam enam sesi terakhir, terutama setelah Federal Reserve AS (Fed) mengumumkan sikap yang lebih dovish pada kebijakan moneternya.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret turun 14,1 sen AS atau 0,88 persen, menjadi ditutup pada 15,931 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman April naik 2,00 dolar AS atau 0,24 persen, menjadi 826,70 dolar AS per ounce.

Baca juga: China jadi konsumen emas terbesar dunia, enam tahun berturut-turut

 

Pewarta: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2019