Alasan hingga faktor risiko remaja salahgunakan narkoba

Alasan hingga faktor risiko remaja salahgunakan narkoba

Barang bukti narkoba jenis ekstasi dan para tersangka dihadirkan dalam rilis kasus narkotik jaringan internasional di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (1/8/2018). Dittipidnarkoba Bareskrim Polri bersama Ditjen Bea Cukai berhasil mengungkap jaringan narkotik internasional (Belanda-Indonesia) dengan barang bukti 1,2 juta butir pil ekstasi, dua kilogram sabu dan tiga tersangka yaitu Liu Kit Tjung, Erwin Afianto serta M Zulkarnain (tewas karena melawan petugas). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/pras.

Jakarta (ANTARA News) - Ada berbagai faktor yang dapat berkontribusi terhadap penyalahgunaan narkoba oleh remaja, salah satunya karena barang itu mudah diakses layaknya alkohol dan rokok. 

Seperti dilansir Mayo Clinic beberapa waktu lalu, penyalahgunaan juga bisa karena si remaja merasa tidak aman atau keinginan untuk diterima secara sosial. Dia mungkin tidak mempertimbangkan konsekuensi dari tindakannya itu dan menempatkan diri dalam bahaya. 

Sebenarnya, ada sejumlah faktor risiko seorang remaja menyalahgunakan narkoba, antara lain riwayat keluarga yang melakukan hal serupa, kondisi kesehatan mental atau perilaku seperti depresi dan kecemasan. 

Selain itu, riwayat peristiwa traumatis, seperti mengalami kecelakaan mobil atau menjadi korban pelecehan, merasa ditolak lingkungam sosial dan penerimaan diri rendah. 

Ingatlah, ada konsekuensi negatif jika remaja sampai menyalahgunakan narkoba, yakni ketergantungan serius di kemudian hari, penilaian buruk dalam interaksi sosial dan pribadi, berisiko melakukan hubungan seksual tak aman. 

Lalu, gangguan kesehatan mental seperti depresi dan kecemasan serta penurunan kinerja akademik.

Dampak buruk narkoba untuk kesehatan

Beda jenis zat beda pula dampaknya pada kesehatan tubuh seseorang. Penyalahgunaan narkoba dapat menyebabkan kecanduan, gangguan penyakit hingga kematian. 

1. Kokain - berisiko menyebabkan serangan jantung, stroke, dan kejang.

2. Ekstasi - berisiko menyebabkan gagal hati dan gagal jantung.

Baca juga: BNN temukan pil ekstasi model baru

3. Marijuana - berisiko terkena gangguan dalam memori, pembelajaran, pemecahan masalah dan konsentrasi, risiko psikosis - seperti skizofrenia, halusinasi- di kemudian hari terkait dengan penggunaan awal dan sering. 

4. Metamfetamin - berisiko membuat penyalahgunanya berperilaku psikotik akibat penggunaan jangka panjang atau dosis tinggi. 

5. Opioid - bisa menyebabkan gangguan pernapasan atau kematian akibat overdosis. 


Baca juga: Dumolid bisa sebabkan kerusakan saraf permanen

Baca juga: Gara-gara happy five, si tampan bisa jadi cadel

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Polres Malang ungkap tren peredaran narkoba dengan sistem ranjau

Komentar