Warga Denpasar ikuti pelatihan daur ulang plastik

Warga Denpasar ikuti pelatihan daur ulang plastik

Sepasang pengantin mengenakan kostum dan duduk di atas kursi daur ulang sampah plastik dipernikahannya di Kelurahan Kraton, Tegal, Jawa Tengah, Selasa (4/12/2018). Konsep dekorasi dan kostum penganten Adibatul Latifah dan Fajar Adhy yang seluruhnya menggunakan bahan daur ulang sampah plastik seperti botol, plastik dan kertas koran tersebut untuk mengkampanyekan peduli terhadap lingkungan serta mengajak masyarakat tidak membuang sampah plastik secara langsung ke lingkungan . (ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah)

Badung, Bali (ANTARA News) - Puluhan warga di kawasan Kertalangu, Denpasar, Bali, mengikuti pelatihan mendaur ulang sampah plastik menjadi barang-barang yang bernilai dan dapat digunakan kembali.

"Kegiatan ini merupakan salah satu upaya kami untuk mengajak masyarakat peduli terhadap lingkungan dan mengubah pandangan masyarakat terhadap sampah," ujar Leader Trash Hero Chapter Kertalangu, Putu Evie Hatch, di Denpasar, Sabtu.

Dalam kegiatan bertajuk Edu Talk #9 Zero Trash Workshop itu, para peserta yang merupakan ibu-ibu PKK lingkungan sekitar Kertalangu dan sejumlah anak-anak, mencoba mempelajari mengolah sampah-sampah plastik menjadi berbagai kerajinan seperti tas dan tikar anyaman.

Sampah plastik yang digunakan sebagian besar merupakan plastik bekas pembungkus kopi maupun minuman bubuk lainnya yang kemudian dilipat dan dianyam menjadi suatu bentuk tertentu dengan pemateri, Founder Kertabumi Recycling Center Jakarta, Ikbal Alexander.

Kertabumi merupakan adalah pusat daur ulang yang fokus mengajak masyarakat mendaur ulang dan berkreasi olah sampah plastik yang mereka hasilkan dengan metode rumahan.

Putu Evie berharap, para peserta setelah mengikuti pelatihan itu dapat mengolah plastik yang awalnya tidak bernilai, menjadi memiliki nilai lebih dan memberikan fungsi pakai baru sehingga masa pakai pun menjadi lebih lama.

"Berbagai kerajinan dari sampah plastik bekas ini memiliki nilai ekonomis yang sangat tinggi dan bahkan laku hingga ke luar negeri," kata Putu Evie.

Selain mengadakan pelatihan itu, Trash Hero Chapter Kertalangu memiliki sejumlah program lain seperti aksi bersih pantai secara rutin setiap hari Minggu, seminar tentang lingkungan hingga kegiatan workshop.

Kadek Sudarmianti, seorang peserta pelatihan, mengaku senang dapat belajar bagaimana mengolah bungkus minuman menjadi barang lain yang bermanfaat.

"Bungkus kopi ini biasanya hanya saya buang begitu saja. Padahal, ternyata jika diolah masih bisa menjadi tas belanja. Ya bermanfaat apalagi sekarang sudah tidak bisa belanja pakai kresek," ujarnya.

Baca juga: Memacu daur ulang plastik
Baca juga: Plastik di laut bisa dimanfaatkan industri daur ulang
Baca juga: Industri daur ulang plastik alternatif terbaik atasi sampah



 

Pewarta: Naufal Fikri Yusuf
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Mengolah sampah plastik agar berguna

Komentar