Pendampingan psikososial diberikan kepada korban banjir di Kudus-Jateng

Pendampingan psikososial diberikan kepada korban banjir di Kudus-Jateng

Anggota Palang Merah Indonesia (PMI) mengevakusi beberapa siswa mengunakan perahu karet di wilayah yang terdampak banjir di Dusun Gendok, Jati Wetan, Kudus, Jawa Tengah, Selasa (14/2/2017). Para siswa tersebut dipindahkan sementara ke sekolah lain agar tetap bisa mengikuti aktivitas belajar mengajar karena sekolah di wilayah itu tergenang banjir. (ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho)

Ini merupakan program kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan psikososial individu maupun masyarakat agar tetap berfungsi optimal pada saat mengalami krisis dalam situasi bencana
Kudus, Jateng (ANTARA News) - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, memberikan pelayanan program dukungan psikososial atau Psychosocial Support Program (PSP) kepada korban banjir di Kudus untuk memulihkan kondisi trauma psikologis mereka setelah peristiwa banjir.

"PSP merupakan program kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan psikososial individu maupun masyarakat agar tetap berfungsi optimal pada saat mengalami krisis dalam situasi bencana," kata Kevin Ricarda, dari tim PSP PMI Kabupaten Kudus, saat menjalankan program dukungan psikososial di tempat pengungsian korban banjir yang menempati aula Balai Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kudus, Sabtu.

Ia mengemukakan bahwa PSP diberikan kepada Kelompok masyarakat target program dukungan psikososial PMI seperti anak-anak, remaja, dewasa dan lansia.

Tim PSP PMI Kudus dalam memulihkan trauma korban banjir, yakni dengan kegiatan terapi permainan, di antaranya dengan cara bernyanyi bersama dan menggambar.

Tujuan utamanya, kata dia, agar masyarakat, khususnya anak-anak terdampak banjir selalu ceria walaupun mereka tinggal di tempat pengungsian.

Apalagi, lanjut dia, ratusan warga Desa Jati Wetan, khususnya di Dukuh Barisan, Gendok dan Tanggulangin telah mengungsi selama sepekan.

"Hal itu tentu menyisakan rasa trauma bagi para warga yang saat ini menempati balai Desa Jati Wetan," ujarnya.

Hingga kini, masih ada ratusan warga dari Desa Jati Wetan yang masih bertahan di tempat pengungsian meskipun hujan mulai reda dan genangan banjir juga mulai surut.

Jumlah warga yang masih bertahan di tempat pengungsian sebanyak 84 keluarga dengan jumlah jiwa sebanyak 263 jiwa.

Dari jumlah tersebut, paling banyak perempuan berjumlah 138 orang, selebihnya merupakan laki-laki.

Baca juga: Warga Kudus mulai mengungsi akibat banjir

Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar