Putra Papua Pertama Jadi Dandim di Merauke

Merauke (ANTARA News) - Untuk pertama kalinya, putra asal Papua menjabat Komandan Kodim 1707/Merauke, setelah Letnan Kolonel Infanteri Yan Anderson Saroy, dilantik oleh Komandan Korem 174/ATW Kolonel CZI Nengah Widana, di Merauke, Rabu siang. Kepala Penerangan Korem (Kapenrem) 174/Anim Ti Waninggap (ATW) Merauke, Kapten TNI AD Kuswara Abaya M kepada ANTARA News, membenarkan, Letkol Inf Yan Anderson Saroy, putra Papua asal Serui, Yapen Waropen, adalah prajurit pertama TNI-AD asal Tanah Papua yang menjabat Dandim 1707/Merauke. "Ini adalah kebanggaan, sekaligus prestasi yang patut diberi apresiasi, putra-putra Papua semakin meningkat karirnya di berbagai lapangan, termasuk di kemiliteran," katanya dan menambahkan, sebelum Yan Anderson Saroy, ada sejumlah putra Papua juga menjabat Dandim di wilayah Papua lainnya. Komandan Korem 174 Merauke, Kolonel CZI Nengah Widana sendiri saat memberi amanat pada upacara serah terima Komandan Kodim (Dandim) Merauke itu mengatakan, pejabat baru sesungguhnya bukan orang baru di jajaran Korem 174/ATW Merauke. "Saya ucapkan selamat datang dan selamat bertugas kepada Letnan Kolonel Infanteri Yan Anderson Saroy dan isteri. Saya yakin, tugas baru ini mampu dijalankan dengan baik, karena pengalaman sebelumnya menjabat sebagai Kepala Seksi Operasi Korem 173/PVB dan juga Kepala Seksi Teritorial Korem 174/ATW," sambut Danrem. Namun begitu, Danrem berpesan, agar segera dapat lebih mengenali dan memahami kondisi satuan maupun personelnya di lapangan. Serah terima jabatan dari Dandim 1707/Merauke yang lama, Letkol Arhanud Didik Suswandi kepada penerusnya, Letkol Infanteri Yan Anderson Saroy, disaksikan Bupati Merauke, Johannes Gluba Gebze, Ketua DPRD Merauke serta undangan lainnya. Letkol Arhanud Didik Suswandi selanjutnya mendapat jabatan baru sebagai Komandan Detasemen Markas Kodam VII/Trikora. Danrem Nengah Widana meminta Dandim baru agar dapat segera mengenali dan memahami kondisi satuan maupun personelnya di lapangan.(*)

Editor: Bambang
COPYRIGHT © ANTARA 2007

Komentar