IMI Sulsel bahas balap e-sport

IMI Sulsel bahas balap e-sport

Ilustrasi-cabang olahraga balap. (ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya)

Selain refleksi program kerja IMI Sulsel tahun lalu, kita juga membahas mekanisme e-sport atau kejuaraan balap online yang baru saja diputuskan pada Rakenas lalu
Makassar (ANTARA News) - Rapat Kerja Provinsi Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sulawesi Selatan membahas tentang cabang olahraga balap otomotif baru, e-sport yang diakui IMI Pusat pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IMI di Balikpapan pada 15 Desember 2018.

"Selain refleksi program kerja IMI Sulsel tahun lalu, kita juga membahas mekanisme e-sport atau kejuaraan balap online yang baru saja diputuskan pada Rakenas lalu," sebut Ketua IMI Sulsel Subhan Aksa didampingi Ketua Harian Hudli Huduri, di sela Rakerprov di Makassar, Ahad.

Menurutnya, cabang olahraga baru dibidang otomotif ini, kata dia, belum populer sehingga diperlukan pembahasan terkait dengan aturan dan mekanismenya agar dalam pelaksanaan dapat berjalan baik.

Selain itu, pihaknya telah membentuk komisi khusus menangani e-sport tersebut dengan menggodok regulasi termasuk menyosialisasikan kepada para pembalap-pembalap untuk bisa ambil bagian bila nantinya cabang olahraga ini masuk kejurnas.

"Kita coba tahun ini menggodoknya dengan perencanaan lebih baik, karena ini hal baru tentu kita melihat potensinya bagaimana kedepan, mengingat e-sport di luar negeri sangat besar peminatnya,"tutur dia.

Dia mencontohkan, melihat fenomena pengguna game sport online hingga dimasukan dalam kompetisi di luar sana, nilai bisnisnya sangat menjanjikan bahkan juaranya bisa menghasilkan jutaan hingga ratusan juta setiap menang dalam perlombaan.

"Kita melihat ini secara positif dan kedepan IMI bisa menjadi fasilitator. Tentu e-sport akan besar peminatnya bila sudah menjadi bagian dari cabang olahraga," tuturnya.

Sementara untuk cabang otomotif lainnya, free style, juga menjadi pembahasan, meski telah memiliki standar, namun tetap dibahas agar kedepan perlombaan bisa lebih berkualitas.

Sementara Ketua Harian IMI Sulsel Hudli Huduri dalam kesempatan itu menambahkan, hasil pembahasan nantinya akan disosialisasikan ke atlet maupun masyarakat, sebab tanpa dukungan masyarakat tentu hasilnya tidak akan maksimal.

Mengenai dengan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020, kata dia, persiapan pra PON sudah dilakukan selain atlet yang ada, pihaknya juga menyiapkan bibit-bibit baru yang mulai dikenal publik.

"Porda kemarin sebagai ajang pemanasan, kita harapkan PON 2020 bisa maksimal. PON yang lalu Sulsel berhasil meraih medali perunggu. Kita berharap e-sport sudah bisa diperlombakan pada Kejurnas nanti," tambah Huldi.

Dalam Rakerprov ini, IMI juga mengundang klub serta mitra IMI Sulsel untuk memberikan masukan, kritik maupun program untuk tahun 2019 agar bisa lebih baik dari tahun lalu. Tahun 2018, ada 40 kegiatan kejuaraan digelar IMI Sulsel, baik lokal maupun nasional.

Pewarta: M Darwin Fatir
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar