counter

Luhut harap 2020 "green diesel" mulai dicoba

Luhut harap 2020 "green diesel" mulai dicoba

Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan. (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/hp).

Kita harap tahun depan sudah mulai ada percobaan untuk menggunaan minyak kelapa sawit untuk 'green diesel' disamping B20 dan B30 tetap berjalan
Jakarta (ANTARA News) - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan berharap pada 2020 mendatang sudah mulai ada percobaan penggunaan minyak kelapa sawit mentah sebagai green diesel atau solar hijau.

Luhut menggelar rapat koordinasi untuk membahas realisasi pengembangan green diesel dengan mengundang sejumlah pihak seperti Badan Penelitian dan Pengkajian Teknologi (BPPT) juga PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk di Jakarta, Senin.

"Tadi itu (rapat) lanjutan soal green diesel, tentang bagaimana mengkonversi minyak kelapa sawit ke green diesel," katanya.

Luhut menuturkan pihaknya ingin agar semua pemangku kepentingan terkait bisa saling berintegrasi dan bekerjasama dalam merealisasikan green diesel.

"Green diesel" (solar hijau) merupakan rencana pemerintah dalam menyikapi defisit neraca perdagangan (CAD) Indonesia. Pengembangan "green diesel" diharapkan akan berdampak besar pada (pengurangan) impor minyak mentah.

"Kita harap tahun depan sudah mulai ada percobaan untuk menggunaan minyak kelapa sawit untuk 'green diesel' disamping B20 dan B30 tetap berjalan," katanya.

Menurut Luhut, dalam merealisasikan rencana pengembangan green diesel, pihak-pihak terkait telah membuat kelompok kerja untuk menentukan rincian-rincian rencana.

"Mereka buat kelompok kerja, nanti ditentukan berapa biayanya. Ini kan harga kelapa sawit berapa, harga crude oil (minyak mentah) berapa, jadi biar mereka kerja dulu dalam dua minggu ini," pungkasnya.

Sebelumnya, Luhut menyebut pengembangan green diesel akan dapat diterapkan bagi BBM roda empat dan roda dua, hingga produksi avtur.

Selain dapat menekan angka impor bahan bakar, penggunaan "green diesel" diharapkan juga dapat mendorong penggunaan minyak kelapa sawit dalam negeri.

Harga minyak sawit Indonesia yang lebih kompetitif diharapkan dapat meredam penurunan pamor minyak sawit seiring sentimen negatif dari luar negeri tentang hutan sawit yang dianggap merusak lingkungan.

Baca juga: Tekad menuju "green diesel" ramah lingkungan

Pewarta: Ade irma Junida
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Luhut tidak takut bercengkerama dengan masyarakat

Komentar