KPPPA minta Forum Anak dukung penanganan kasus perkawinan anak

KPPPA minta Forum Anak dukung penanganan kasus perkawinan anak

Arsip Foto. Seorang anak menaruh bunga dalam aksi simpatik terkait pencegahan perkawinan anak. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

Kami sudah meminta Forum Anak di sana untuk memperkuat perannya sebagai pelopor dan pelapor pada isu perkawinan anak...
Jakarta (ANTARA News) - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) meminta Forum Anak memperkuat peran dalam penanganan kasus perkawinan anak menyusul kasus pernikahan anak yang terjadi di Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan.

"Kami sudah meminta Forum Anak di sana untuk memperkuat perannya sebagai pelopor dan pelapor pada isu perkawinan anak sehingga bisa mengadvokasi peristiwa tersebut," kata Deputi Tumbuh Kembang Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Lenny N Rosalin saat dihubungi di Jakarta, Rabu.

Kementerian, menurut Lenny, juga sudah mengontak Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) di Kabupaten Balangan untuk mendampingi keluarga dan anak-anak yang dinikahkan. 

Puspaga memiliki psikolog yang bisa memberikan pendampingan kepada anak-anak yang dinikahkan dan orangtua mereka.

"Saya juga meminta Puspaga untuk berkoordinasi dengan puskesmas setempat untuk memastikan (pemenuhan) hak kesehatan reproduksi anak perempuan yang dikawinkan itu," tuturnya.

Guna mencegah kejadian serupa terulang kembali, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak akan memasukkan isu perkawinan anak ke dalam program Sekolah Ramah Anak agar kepala sekolah dan guru bisa memberikan pemahaman tentang dampak perkawinan kepada murid-murid.

"Saya sudah cek, sekolah tempat kedua anak yang dikawinkan tersebut memang belum menyatakan diri sebagai Sekolah Ramah Anak," kata Lenny tentang kasus pernikahan anak usia 15 tahun dan 14 tahun di Balangan yang viral di media sosial.

Selain itu, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak akan menggandeng tokoh-tokoh masyarakat, adat dan agama dalam upaya pencegahan perkawinan anak.

"Kita harus fokus pada pencegahan perkawinan anak karena bila sudah terjadi maka akan semakin rumit. Dampaknya tidak hanya pada anak, tetapi juga pada keluarga, sekolah, lingkungan dan daerah," jelas Lenny.

Baca juga:
Menteri Yohana minta media ikut edukasi masyarakat cegah perkawinan anak
Pemerintah luncurkan Gerakan Bersama Pencegahan Perkawinan Anak

Pewarta: Dewanto Samodro
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Menteri PPA: pencegahan perkawinan anak tidak boleh ditunda

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar