counter

IBL

Pelatih: Prawira fokus per laga bukan playoff

Pelatih: Prawira fokus per laga bukan playoff

Suasana pertandingan Seri VII Liga Bola Basket Indonesia (IBL) 2018-2019 antara Prawira Bandung (putih) melawan Satya Wacana Salatiga (kuning) di GOR Bima Sakti, Kota Malang, Jumat (8/2/2019). (ANTARA/Vicki Febrianto)

Malang (ANTARA News) - Pelatih Prawira Bandung, Andre Yuwadi, menegaskan bahwa timnya fokus untuk menghadapi setiap laga per laga ketimbang semata-mata mengejar tiket untuk bisa lolos ke babak playoff Liga Bola Basket Indonesia (IBL) 2018-2019.

Oleh karena itu, lanjut Andre kemenangan yang diraih atas Satya Wacana Salatiga dengan skor 77-69 dalam laga Seri VII IBL merupakan hasil penting bagi Prawira.

"Kami selalu fokus pada setiap gim yang kami mainkan, seolah itu merupakan pertandingan terakhir kami. Kami bukan hanya mengejar babak playoff," kata Andre, dalam jumpa pers usai laga di GOR Bima Sakti, Kota Malang, Jumat.

Hasil itu membuat Prawira kini memperbaiki catatannya menjadi lima kali menang dan delapan kekalahan (5-8) meski masih tertahan di dasar klasemen Divisi Merah.

Kondisi itu tentu membuat berkonsentrasi penuh menghadapi lima laga tersisa di musim reguler, termasuk satu laga tunda Seri V Bandung kontra Pelita Jaya Basketball Jakarta.

Baca juga: Diwarnai dominasi pemain asing, Prawira tekuk Satya Wacana 77-69

Di sisi lain, Andre mengatakan timnya sempat kesulitan menghadapi perkembangan strategi Satya Wacana pada kuarter ketiga pertandingan.

Beruntung penyesuaian yang dilakukan mampu menimbulkan momentum bagi Prawira untuk tetap berada di depan.

"Sempat mandek sedikit di kuarter ketiga, ketika musuh melakukan penyesuaian di defend. Tapi beruntung anak-anak bisa fokus dan mengambil momentum kembali," ujar Andre.

Pada Sabtu (9/2), Prawira akan menghadapi Bank DIY Bima Perkasa Yogyakarta sebagai laga lanjutan Seri VII.

Baca juga: Lewat laga ketat Pelita Jaya atasi Pacific 76-68

Baca juga: Dior Lowhorn raih dwiganda, Satria Muda gulung Siliwangi 92-57

Pewarta: Vicki Febrianto
Editor: Gilang Galiartha
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar