counter

Tenis

Indonesia akui kurang pengalaman hadapi unggulan Asia

Indonesia akui kurang pengalaman hadapi unggulan Asia

Tim Fed Indonesia yang terdiri dari Jessy Rompies (kiri), Deria Nur Haliza (kedua kiri), Beatrice Gumulya (kedua kanan), dan Aldila Sutjiadi (kanan) dalam jumpa pers di Jakarta, Senin, terkait hasil Indonesia dalam Piala Fed 2019 Grup I Zona Asia Oseania di Astana, Kazakhstan, pada 6-9 Februari. (Antara/Imam Santoso)

Jakarta (ANTARA News) - Tim tenis putri Indonesia mengaku masih kurang pengalaman tanding ketika menghadapi tim-tim unggulan Asia dalam Piala Fed 2019 Grup I Zona Asia Oseania di Astana, Kazakhstan, 6-9 Februari.

"Pemain dari negara-negara Asia lain sudah turun di turnamen Grand Slam maupun turnamen lain yang punya peringkat yang tinggi dibanding turnamen yang kami ikuti. Pengalaman kami masih kurang. Padahal secara bakat, kami tidak jauh berbeda," kata petenis putri Indonesia Aldila Sutjiadi di Jakarta, Senin, tentang pertandingan tim Fed Indonesia pada pool B itu.

Indonesia dengan peringkat 41 dunia harus menghadapi tim putri China yang merupakan tim unggulan Grup I dengan peringkat 24 dunia serta tim Korea Selatan yang punya peringkat 30 dunia pada pool B Piala Fed 2019 Grup I Zona Asia Oseania.

Aldila mengatakan hasil yang dicapai tim putri Indonesia dalam Piala Fed 2019 Grup I itu menjadi bekal untuk pertandingan dalam turnamen perorangan, selain mempertahankan posisi Indonesia dalam Grup I setelah menang atas tim Thailand pada laga relegation playoff.

"Kami jadi punya kesempatan uji tanding dengan pemain-pemain unggulan Asia. Pertandingan di Piala Fed itu memberikan gambaran bagi kami terkait kekurangan pada permainan kami sendiri," kata peraih medali emas Asian Games 2018 yang berpasangan dengan Christopher Rungkat itu.

Sementara, pemain putri tim Merah Putih lain, Jessy Rompies mengatakan Indonesia perlu menggelar turnamen internasional di dalam negeri agar memberikan kesempatan bertanding bagi atlet-atlet nasional tanpa harus mengeluarkan ongkos pribadi yang lebih mahal di luar negeri.

"Kalau kami punya kesempatan bertanding di dalam negeri, kami bisa menaikkan peringkat kami. Biaya untuk mengikuti pertandingan di luar negeri itu lebih besar," kata Jessy.

Sebelumnya, tim tenis putri Indonesia berhasil mencapai target untuk mempertahankan keikutsertaan dalam Piala Fed Grup I Zona Asia Oseania setelah mengalahkan tim Thailand dalam laga relegation play-off di Astana, Kazakhstan, Sabtu (9/2).
Baca juga: Tim Piala Fed Indonesia tantang Thailand demi bertahan di Grup I

Tim putri Merah-Putih selamat dari degradasi ke Grup II Zona Asia Oseania setelah menang 2-1 atas tim Negeri Gajah Putih.

Tunggal putri Aldila Sutjiadi membuka kemenangan bagi timnya dengan menaklukkan petenis peringkat 712 Nudnida Luangnam dalam rubber set 3-6, 6-0, 7-6(5).

Pada laga kedua, Beatrice Gumulya tumbang dari Peangtarn Plipuech 7-5, 4-6, 4-6. Sedangkan pasangan Jessy Rompies/Aldila Sutjiadi yang turun pada laga ketiga berhasil merebut kemenangan dalam dua set langsung 6-2, 7-6(3).

Kemenangan dalam pertandingan relegation playoff Piala Fed 2019 Grup I Zona Asia Oseania itu sekaligus mampu memperkecil selisih kedudukan tim putri Indonesia dengan tim Thialand menjadi 4-5 dari sebelumnya 3-5. 
Baca juga: Indonesia pertahankan tiket Piala Fed Grup I

Pewarta: Imam Santoso
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar