counter

Rupiah melemah dipengaruhi sentimen domestik

Rupiah melemah dipengaruhi sentimen domestik

Uang rupiah dan dolar AS. (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)

Dari sisi eksternal, pasar uang global pergerakannya pada hari ini relatif cukup stabil
Jakarta (ANTARA News) - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin sore melemah 79 poin menjadi Rp14.034  per dolar AS dari sebelumnya Rp13.955 per dolar karena dipengaruhi sentimen domestik.
   
"Kabar dari domestik buat rupiah kembali melemah. Current account kita pas dirilis hari Jumat lalu itu defisitnya melebihi forecast. Bahkan lebih tinggi dari defisit kuartal ketiga," kata analis pasar uang Monex Investindo Futures Dini Nurhadi Yasyi di Jakarta, Senin.
 
Defisit neraca transaksi berjalan pada triwulan IV-2018 tercatat 9,1 miliar dolar AS atau 3,57 persen dari PDB.

Secara keseluruhan pada 2018, defisit neraca transaksi berjalan tercatat sebesar 2,98 persen dari PDB, meningkat dibandingkan kinerja 2017 yang sebesar 1,6 persen dari PDB. 
   
Sementara itu, dari sisi eksternal, pasar uang global pergerakannya pada hari ini relatif cukup stabil.
   
"Cuma memang pasar lebih melirik ke dolar sebagai safe haven karena perlambatan ekonomi global masih jadi "concern" pasar setelah pekan lalu bank sentral Australia, Inggris, Eropa, serentak memangkas angka proyeksi pertumbuhan ekonomi mereka," kata Dini.
   
Kendati demikian, untuk jangka menengah, rupiah masih berpeluang menguat. Rupiah masih akan konsolidasi di sekitar Rp13.900 hingga Rp14.000 per dolar AS.
 
Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin pagi sendiri dibuka melemah Rp13.988 per dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp13.985 per dolar AS hingga Rp14.048 per dolar AS.
 
Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Senin menunjukkan, rupiah melemah menjadi Rp13.995 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp13.992 per dolar AS.

Baca juga: IHSG Senin sore ditutup melemah diiringi pelemahan Rupiah
 

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar