counter

Sempat KLB, kasus DBD di Kota Kupang-NTT terus menurun

Sempat KLB, kasus DBD di Kota Kupang-NTT terus menurun

Dialog Peserta Keluarga Sehat Menteri Kesehatan Nila F Moeloek (kedua kanan) berfoto bersama dengan Sekjen Kemenkes Untung Suseno Sutarjo (kanan), Kepala Badan PPSDM Kemenkes Usman Sumatri (kedua kiri), Kepala Dinas Kesehatan NTT Kornelis Kodi Mete (kiri) dan peserta pelatihan Keluarga Sehat seusai acara dialog di Bapelkes, Kupang, NTT, Selasa (2/5/2017). Dialog yang digelar dalam kunjungan kerja Menteri Kesehatan tersebut guna meningkatkan pengetahuan peserta pelatihan Keluarga Sehat. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

Penurunan kasus KLB DBD sangat besar. Pada bulan Januari setiap hari ada 23 kasus DBD, namun sejak pekan lalu mulai menurun hanya delapan kasus
Kupang (ANTARA News)  - Kasus demam berdarah dengue (DBD) yang terjadi di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, mengalami penurunan dari 23 kasus menjadi delapan kasus setiap hari.

"Kasus DBD di Kota Kupang saat ini semakin menurun. Setiap hari ada delapan kasus DBD yang ditangani setiap hari oleh petugas kesehatan Kota Kupang," kata Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Kupang Sri Wahyuningsih, di Kupang, Senin.

Sri menjelaskan hal itu terkait upaya Pemerintah Kota Kupang dalam melakukan pengendalian kasus kejadian luara biasa (KLB) DBD yang merebak di daerah ini sejak Januari 2019.

Menurut Sri, penderita DBD yang melakukan pemeriksaan dan pengobatan ke puskesmas maupun RSUD SK Lerik sebelum penetapan KLB mencapai 23 kasus.

"Penurunan kasus KLB DBD sangat besar. Pada bulan Januari setiap hari ada 23 kasus DBD, namun sejak pekan lalu mulai menurun hanya delapan kasus DBD," katanya.

Sri mengatakan, kasus DBD yang merebak di ibu kota Provinsi NTT itu sejak Januari 2019 telah menyebabkan 305 warga Kota Kupang menjadi korban DBD.

Sri menambahkan, penurunan kasus DBD karena adanya dukungan berbagai pihak yang gencar melakukan pembersihan sarang nyamuk (PSN) di berbagai daerah yang terdampak DBD.

"Penurunan kasus DBD ini sangat drastis karena masyarakat mulai menyadari tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan melalui pola 3M untuk menghindari adanya sarang nyamuk aedes aegypti.

Kendati demikian, kata Sri, masih ditemukan juga banyak tempat-tempat yang kurang bersih di lingkungan masyarakat sehingga menjadi potensi adanya sarang nyamuk aedes aegypti.

"Kami berharap masyarakat Kota Kupang tetap waspada sekalipun kasus DBD semakin menurun. Potensi kasus DBD masih ada karena masih terjadi hujan. Kami harapkan jumlah kasus DBD terus menurun dalam bulan Februari ini ," demikian Sri Wahyuningsih.

Baca juga: Kota Kupang tetapkan KLB DBD
Baca juga: Puskesmas di Kupang buka Posko KLB DBD

Pewarta: Benediktus Sridin Sulu Jahang
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Cadangan air baku di Pulau Batam terus menurun

Komentar