counter

Kodam XVII Trikora Jadi Cenderawasih

Jayapura (ANTARA News) - Bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 TNI , Komando Daerah Militer (Kodam) XVII Trikora, Papua kembali bernama Kodam XVII Cenderawasih seperti sebelum tahun 1999. Peresmian kembalinya nama Kodam Trikora menjadi Cenderawasih itu berlangsung di Markas Kodam Cenderawasih, Jayapura, Jumat, dipimpin Panglima Kodam XVII Cenderawasih, Mayjen TNI Zamroni dihadiri Wakil Gubernur Papua, Aleks Hesegem sejumlah pimpinan TNI dan Polri di daerah ini serta tokoh masyarakat. Peresmian nama Kodam Cenderawasih ditandai dengan pelepasan papan nama yang lama dan pengenaan papan nama baru pada perwakilan prajurit TNI dan PNS TNI serta penekanan tombol sirene diikuti terbukanya selubung papan nama Kodam XVII Cenderawasih. Dalam sambutannya, Pangdam Mayjen TNI Zamroni mengatakan, perubahan nama ini lebih didasari pertimbangan budaya. Cenderawasih merupakan nama sejenis burung langka yang hidup di tanah Papua yang memiliki pertalian tradisi dan budaya Papua. "Sejak tahun 1963 hingga 1999, Kodam ini bernama Kodam Cenderawasih. Namun ketika dilakukan penggabungan Kodam Cenderawasih dengan Kodam XVI Pattimura, Ambon, maka Kodam yang baru itu berubah nama menjadi Kodam Trikora yang wilayahnya meliputi Provinsi Irian Jaya (ketika itu) dan Maluku," kata Pangdam. Pada tahun 1999, Kodam XVI Pattimura kembali terbentuk di Ambon sementara Kodam di Irian Jaya tetap bernama Kodam Trikora. Melalui suatu studi yang mendalam dengan melibatkan berbagai komponen masyarakat, maka Kodam Trikora pada hari ini - bertepatan dengan HUT ke-62 TNI, kembali bernama Kodam XVII Cenderawasih. "Sedangkan HUT Kodam Cenderawasih kembali diperingati pada setiap tanggal 17 Mei. Kodam Cenderawasih didirikan pada 17 Mei 1963," kata Pangdam Mayjen TNI Zamroni. Nama Kodam XVII Cenderawasih ini bukanlah sebuah nama baru tetapi mulai hari ini, Kodam XVII kembali ke rohnya yang semula yakni Cenderawasih.(*)

Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2007

LMA Jayawijaya pertemukan tokoh adat dan warga pendatang

Komentar