Jakarta (ANTARA  News) - Presiden Joko Widodo dinobatkan sebagai Bapak Pariwisata Indonesia dalam acara hari ulang tahun ke-50 Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI).
Ketua Umum PHRI Hariyadi Sukamdani menganugerahkan secara langsung Gelar Bapak Pariwisata Nasional kepada Presiden Joko Widodo dalam acara Gala Dinner Peringatan HUT ke-50 PHRI di Puri Agung Convention Hall Jakarta, Senin malam.

Pemberian gelar tersebut merupakan hasil keputusan Rapat Pimpinan Nasional Pengurus PHRI yang dilangsungkan pada 9 Februari 2019 di Ballroom Candi Singosari Grand Sahid Jaya Hotel Jakarta.
"Penghargaan PHRI kepada Bapak Jokowi sebagai Bapak Pariwisata Nasional atas inisiatif dan komitmen mengembangkan pariwisata sejak menjadi Walikota Solo," katanya.

Pihaknya juga melihat kesungguhan Presiden Jokowi untuk menjadikan pariwisata sebagai sektor unggulan.

Jokowi juga dianggap mampu mendorong perekonomian Indonesia dengan program infrastruktur yang dilakukan secara masif baik pembangunan jalan tol, bandara, pelabuhan, pembangkit listrik, hingga fasilitas batas negara yang telah secara langsung berdampak pada sektor pariwisata.

"Pertimbangan obyektif bukan karena beliau sedang sibuk kampanye. Kami tidak mengharapkan keuntungan politis," katanya.

Setidaknya ada tujuh pertimbangan yang mendorong pihaknya untuk menobatkan Jokowi sebagai Bapak Pariwisata Nasional.

Pertimbangan pertama yakni Jokowi merupakan Presiden pertama yang menetapkan pariwisata sebagai sektor unggulan yang diikuti dengan berbagai program pemerintah yang mendukung pariwisata Indonesia.

Jokowi menetapkan kebijakan bebas visa untuk 169 negara yang dianggap sebagai kebijakan yang berani dan bertanggung jawab mengingat sebelumnya ada kekhawatiran yang berlebihan untuk menerima lebih banyak wisman melalui kebijakan ini.

"Peningkatan kunjungan wosman melebihi rata-rata kawasan selama kepemimpinan Presiden Jokowi," katanya,
Pertimbangan berikutnya yakni Jokowi telah meningkatkan anggaran pariwisata yang terus naik mulai dari Rp1,2 triliun pada 2014 menjadi Rp2,1 triliun (2015), Rp3,3 triliun (2016), Rp3,2 triliun (2017), Rp3,4 triliun (2018), dan Rp3,8 triliun (2019).

Selanjutnya selama masa Pemerintahan Jokowi terjadi peningkatan investasi pada sektor hotel dan restoran hingga mencapai 78,6 persen sampai dengan semester I tahun 2018.
Jokowi juga mendorong pembangunan infrastruktur secara masif termasuk 11 bandara baru, pembangunan jalan tol trans yang membuka potensi pariwisata yang dapat dikembangkan.

"Kondisi keamanan dan ketertiban terjaga dengan baik meski terjadi kasus terorisme tapi bisa ditangani dengan baik. Begitupun dinamika politik juga bisa ditangani dengan baik," katanya.
Penghargaan itu diharapkan Haryadi mampu meningkatkan semangat semua pihak khususnya Presiden Jokowi untuk bekerja keras mengembangkan pariwisata sebagai sektor unggulan.

Selain itu, PHRI juga memberikan penghargaan kepada hotel dan Restoran yang terbaik kategori dan bidangnya sebagai berikut Best Resort Hotel: The Haven Suites, Bali Berawa, The Best City Hotel: Grand Hyatt, Jakarta, The Best Affordable Hotel: Rooms Inc, Semarang, The Best 1 Star Hotel: Ashyana Candidasa Beach Resort, Bali.

Kemudian The Best 2 Star Hotel: Ibis Budget Makassar Hotel, The Best 3 Star Hotel: Patra Comfort Hotel, Bandung, The Best 4 Star Hotel: JS Luwansa Hotel, Jakarta, The Best 5 Star Hotel: Mandarin Oriental, Jakarta, The Best Nusantara Cuisine Restoran: Sindang Reret, Jawa Barat, The Best Oriental Cuisine Restoran: Rumah Makan Mandala, Jakarta, dan The Best Continental Cuisine Restoran: Arena Pub & Restaurant, Bali.

Special Recognition meliputi Leading Wellness Resort: MesaStilla Magelang Jawa Tengah, Leading Muslim Friendly Hotel: Rhadana, Kuta Bali, dan Outstanding Bahari Restaurant:
Rumah Makan Seadood Apong.
***1***
T. H016

Pewarta: Hanni Sofia
Editor: Teguh Handoko
Copyright © ANTARA 2019