Menteri Susi sebut ironi, konsumsi ikan masyarakat Jambi rendah

Menteri Susi sebut ironi, konsumsi ikan masyarakat Jambi rendah

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti (ketiga kiri bawah) didampingi sejumlah pejabat dan warga menebar lobster (Cherax quadricarinatus) di Danau Kerinci, Jambi, Senin (11/2/2019). Kegiatan tersebut bagian dari upaya bud idaya hasil tangkap perikanan dan sekaligus pemulihan ekosistem Danau Kerinci yang saat ini mengalami pendangkalan. ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/ama.

Angka konsumsi ikan per kapita masyarakat Jambi masih sangat rendah...
Jakarta (ANTARA News) - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyerukan agar masyarakat Jambi meningkatkan konsumsi ikan karena konsumsinya masih berada di bawah rata-rata angka konsumsi ikan nasional.

"Angka konsumsi ikan per kapita masyarakat Jambi masih sangat rendah, jauh di bawah angka konsumsi ikan nasional yang mencapai 50,69 kg per kapita pada tahun 2018 lalu," kata Menteri Susi dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Selasa.

Ia menyatakan hal tersebut saat menjadi pembicara dalam kegiatan bertajuk "Ayo Makan Ikan untuk Mencegah Stunting" di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, 11 Februari 2019, yang dimeriahkan dengan demo memasak menu makanan ikan dan makan ikan bersama sekitar 200 anak sekolah.

Menurut Susi, angka konsumsi ikan yang masih sangat rendah merupakan ironi mengingat Jambi khususnya masyarakat Kerinci memiliki Danau Kerinci seluas 4,6 km persegi yang kaya dengan hasil perikanan.

Ia menilai persoalan ini harus segera ditanggulangi guna mencegah masyarakat sekitar tumbuh tidak optimal atau mengalami stunting.

Menteri Susi juga mengatakan bahwa ikan mengandung banyak nutrisi seperti protein, omega 3, kalsium, dan fosfor yang baik bagi tumbuh kembang tubuh dan otak manusia.

"Bukan cuma laut, danau ada, sungai juga ada, lubuk ada, rawa juga ada, dan semua wilayah air itu berpotensi untuk menghasilkan (komoditas perikanan dengan kandungan) protein sangat tinggi," paparnya.

Oleh karena itu, ia mendorong masyarakat Kabupaten Kerinci untuk meningkatkan konsumsi ikan sehari-hari guna mendorong kegiatan budi daya masyarakat.

Menurut dia, Kementerian Kelautan dan Perikanan dapat menyediakan bantuan mesin-mesin pembuat pakan mandiri melalui program Gerpari atau Gerakan Pakan Mandiri, untuk mengurangi ongkos yang harus dikeluarkan pembudi daya untuk membeli pakan dari pabrik yang dijual dengan harga tinggi.

Menteri Susi juga mengimbau masyarakat untuk melakukan swasembada pangan sehingga berbagai bahan makanan dapat diproduksi di daerah sendiri, tak perlu disuplai dari luar, utamanya hasil-hasil pertanian dan perikanan.

Agar kebutuhan pangan khususnya hasil perikanan dapat terpenuhi, ia mengimbau masyarakat menjaga kelestarian dan keberlanjutan sumber daya perikanan, salah satunya dengan memperhatikan daya dukung lingkungan dan menghindari eksploitasi berlebihan.

Susi juga berpesan agar Pemda setempat memperhatikan daya dukung danau terhadap budi daya Keramba Jaring Apung (KJA). Ia meminta masyarakat tidak memaksa menambah jumlah KJA jika memang sudah mencapai limit.

Menurut dia, warga Kerinci masih memiliki alternatif lahan budi daya ikan lain, yaitu banyaknya lubuk-lubuk besar yang dapat dibangun menjadi embung tempat memelihara ikan ketimbang memaksakan KJA di danau yang sudah mencapai batas.

Susi menilai Danau Kerinci juga sangat berpotensi dijadikan daerah pariwisata dengan kondisi alam yang indah.

Baca juga: Pengamat ingatkan capres agar perkuat nelayan percepat poros maritim

Baca juga: Sulit dapat surat keterangan, diserukan negara akui keberadaan perempuan nelayan


 

Pewarta: M Razi Rahman
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Edhy Prabowo akan kaji penenggelaman kapal

Komentar