counter

Presidium Peternak: Beras busuk tidak bisa untuk pakan ayam

Presidium Peternak: Beras busuk tidak bisa untuk pakan ayam

Illustrasi: Peternakan ayam. Pekerja mengambil telur ayam negeri pada peternakan ayam di Bogor, Jawa Barat (ANTARA FOTO/Arif Firmansyah)

Beras rusak itu tidak ada artinya bagi ayam. Vitamin sama karbohidrat sudah rusak...
Jakarta (ANTARA News) - Ketua Presidium Peternak Layer Nasional Ki Musbar Mesdi mengatakan beras busuk bukan merupakan pakan yang tepat untuk ternak ayam maupun unggas lainnya.

"Kami tidak mengenal beras busuk dipakai di ayam. Yang kami kenal adalah bekatul dan menir," kata Ki Musbar dalam pernyataan yang diterima di Jakarta, Selasa.

Hal tersebut diungkapkan Ki Musbar dalam menanggapi kabar bahwa beras tidak layak konsumsi yang ditemukan di Ogan Komering Ulu Timur akan dialihkan untuk pakan ternak.

Ki Musbar menegaskan beras bukan merupakan bagian utama dari komponen pakan ternak unggas, apalagi komposisinya hanya sekitar 3-5 persen dari pakan yang ada.

Menurut dia, bekatul dan menir mengandung lebih banyak energi, sedangkan beras, terutama yang tidak layak konsumsi, tidak bermanfaat bagi ternak.

"Beras rusak itu tidak ada artinya bagi ayam. Vitamin sama karbohidrat sudah rusak. Untuk ternak unggas, tidak direkomendasikan kalau beras busuk," katanya.  

Ia memastikan tidak ada peternak yang mau menampung beras busuk yang telah berkutu maupun terkena jamur untuk pakan ternak, karena sangat berisiko.

Oleh karena itu, Ki Musbar mempertanyakan wacana pemberian beras busuk sebanyak 6.000 ton yang ditemukan di salah satu gudang Bulog sebagai bahan makanan ternak.

"Misalnya mau dijual dengan harga rugi kepada peternak, tapi sekarang, peternak mana yang mau memakai? tidak ada yang berani," ujarnya.

Sebelumnya, Tim Sergab TNI AD menemukan sekitar 6.000 ton beras tidak layak konsumsi dan busuk di gudang Bulog Sub Divre setempat di wilayah Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera Selatan.

Baca juga: DPRD OKU Timur temukan 1.500 ton beras Bulog busuk

Ribuan ton beras tersebut diduga merupakan beras pengadaan 2015 dan sebagian besar ditemukan dalam keadaan tidak layak dan berkutu.

Dalam kesempatan terpisah, Direktur Pengadaan Perum Bulog Bachtiar Utomo menduga salah satu penyebab beras tersebut menjadi tidak layak karena proses modernisasi gudang yang lambat.

Untuk itu, upaya pengecekan terhadap gudang penyimpanan beras akan dilakukan agar tidak ada beras yang mengalami penurunan mutu akibat terlalu lama tersimpan di gudang.

Baca juga: Sulteng manfaatkan limbah pertanian jadi pakan ayam

Baca juga: Pengamat ingatkan capres agar perkuat nelayan percepat poros maritim


 

Pewarta: Satyagraha
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar